Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Cinta Mati

Siapa yang peduli pada duka hatiku wahai Tuhanku. duka karena cinta yang terkubur di pusara ini. mencintai tapi tak dapat memiliki, hanyalah desiran rindu meregang dalam tangisan perih. Perkenankan aku mengadu wahai Tuhanku. tentang rasa cinta yang telah lama mati. namun hidup kembali di saat dia telah mati. Cinta ini cinta apa wahai Tuhanku, mencintai tapi tak dapat mengasihi, kau ilhamkan padaku bahwa maut kan menjemput, tapi tak sedetikpun aku peduli, bahwa aku harus berada untuk mendampingi. Cinta ini cinta apa wahai Tuhanku, sebelum maut menjemputku, tentu kan ku katakan pada kekasihku, cintaku ini cinta mati

Sutra Putih (2)

Luruh Untukmu aku hidup, sepanjang hari dengan bibir dan hati terkunci. Untukmu aku berdiri, sepanjang hari dengan air mata yang tertahan, Tapi dalam hatiku, api cinta selalu membakar untukmu. Kehidupan telah membawaku ke dalam masa lalu, dikelilingi oleh kenangan yang tak berujung. Aku mencari sebuah jawaban, aku tak pantas untukmu. Atau memang kau tak pantas untukku. Begitu banyak cobaan yang menumpuk, kedamaian yang kurindukan, cinta dan kasih sayang yang ku dambakan. Bagaimana dapat ku gambarkan kekejaman dunia ini, Aku diperintahkan bahwa aku harus hidup, tapi tanpa kehadiranmu diperintahkan bahwa aku harus tegak berdiri, Tapi tanpa cinta dan kasih sayangmu. Ku buka lembar demi lembar, kisah perjalanan cinta penuh luka dan pilu, ada keinginan yang tertutup, kata-kata yang telah terucap, juga janji yang telah ditetapkan. Luruh, keperkasaanku runtuh bagaikan guguran daun, matahari tak mampu menghangatkan jiwaku, pun malam yang dingin ta...

Sutra Putih

Semerdu burung bernyanyi ketika kau ucapkan janji Sehalus kain sutra putih lembaran hidupku sejak kau katakan cinta, Bawalah aku kemanapun kau pergi. Kesucianmu seharum kembang mawar dan melati,  kembang bidadari di pelaminan pengantin,  lisan fasih berjanji suci,  hati berpadu dalam biduk cinta yang abadi.  Sepoi Angin Rindu Oleh Jejaka Impian,  mengalun merdu menjadi tembang kesetiaan, genggamlah erat kedua tanganku ini, Sekeping hati terpenjara dalam syahdu,  bilakah bersatu dalam tali pernikahan yang suci.  Semerdu burung bernyanyi ketika kau ucapkan janji, Seharum mawar dan melati doa mengalun menembus batas langit,  sepasang merpati putih terbang tinggi,  menjemput impian yang tinggal sedetik,  sedetik lagi....  Mekarlah bunga sekuntum,  tumbuhlah benih suci,  hamparkanlah perjalanan agung,  berjanjilah setia hati, Bawalah aku kemanapun kau pergi, ...

Bunga Putih -2

Beberapa orang yang aku kenal, salah satunya aku mengeluh kepadanya dalam diam, ".........kenapa, kenapa harus kau hancur leburkan perasaan hatiku, tiada sesuatupun yang lebih hina melebihi hinanya tangisan seorang lelaki yang mengemis mengharapkan bersatunya sebuah cinta yang dikhianati, dan tiada yang lebih nista melebihi nistanya seorang lelaki yang bertekuk lutut di bawah kaki perempuan, itu-kah yang membuatmu merasa menang, merasa benar dan suci.  Kau tetap suci, tak sedetikpun aku menjamahmu, kau tetap menang, tak sedetikpun aku mengalahkanmu, kau tetap agung, tak sedetikpun aku menghinamu, dan ada buah hatimu yang kau bangga-banggakan dari lelaki yang tak pernah kau bangga-banggakan, sedetik-pun" 11 April 2017

Bunga Putih

Ada begitu banyak orang yang ku temui, salah satunya berkata kepadaku : "selalu ku lalui jalanan ini, jalan yang telah pernah kita lalui dulu, bersama-sama, berboncengan, berbagi cerita, suka dan duka. Dan berpuluh tahun kita berpisah, tak ada kabar berita tentang dirimu, tapi selalu ku lalui jalan ini, seakan kau tetap di sini, menemaniku melalui hari-hari yang sepi.  Kenapa aku selalu melalui jalan ini, karena Ku berharap suatu saat akan berjumpa denganmu di sini, kau menyapaku dengan kata-kata dan senyuman yang manis, tapi berpuluh tahun itu tak juga kau ku temui. Tapi aku tetap yakin suatu saat kau hadir di sini, di jalanan ini, seyakin diriku menyimpan dan menikmati kerinduan ini, lalu setelah aku berjumpa denganmu, ku tunjukkan bukti kesetiaanku kepadamu dengan menunjukkan lembaran surat cintamu kepadaku, tapi aku tidak menuntut, karena semua telah menjadi masa lalu, kini kau melihatku hancur, dan tangisanmu tak kan pernah merubah apapun" 10 April 2017

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Diam

Listen on Suno Listen on Suno Listen on Suno Listen on Suno Diam tak bersuara diam tak berbicara diam tak kemana-mana diam penuh makna diam penuh kekuatan diam penuh jawaban. Diam itu ibadah tanpa bersusah payah diam itu hiasan diri tanpa perhiasan diam itu wibawa tanpa kekuasaan diam itu benteng tanpa dinding diam itu tak perlu minta maaf  pada orang lain. Diam itu penutup keburukan diri  dari sisa-sisa kejahiliahan diri diam sambil berfikir diam sambil berdzikir. Diam itu ketenangan diam itu kedamaian diam itu kebahagiaan diam itu muhasabah diam itu istirahat diam itu jauh dari perlawanan diam itu jauh dari dendam diam itu guru yang baik. Diam di saat orang banyak bicara banyak orang kehilangan sifat ini diam itu indah.. Diam tak bersuara diam tak berbicara diam tak kemana-mana diam penuh makna diam penuh kekuatan diam penuh jawaban. Diam itu ibadah tanpa bersusah payah diam itu hiasan diri tanpa perhiasan diam itu wibawa tanpa kekuasaan diam itu benteng tanpa dinding diam i...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Negeri Konoha

Listen on Suno Listen on Suno Aku berdiri di persimpangan ini, menanti redanya gerimis di ujung senja ini, jaket lusuh basah kuyup, membalut tubuh kurus menggigil kedinginan. Duh, betapa malangnya diri ini, di negeri apakah ini, Negeri Konoha-kah ? Ku jemput saja hujan yang semakin deras ini, biarlah.....,  hanya sebentar menelusuri jalanan  yang mulai terendam banjir, di ujung gang  telah berdiri orang-orang menanti, orang-orang Konoha yang serindu senasib. Konoha, mengapa kau ini, tak kau bebaskan aku untuk berlalu pergi,  mencari jalanan sendiri, aku telah lelah, hampir menyerah kalah, aku telah perih, hampir tak tertahankan lagi. Konoha..  inilah negeri, Penuh segudang cerita Banyak yang lapar dan mati di negeri yang kaya raya 

Karena Kau Adalah Kekuatanku

Muhammad Saroji - File Pribadi Listen on Suno Listen on Suno Hari menjelang senja ketika kaki ini melangkah perlahan, menelusuri jalan setapak, menuruni tebing di antara bukit terjal. Kabut dingin, hampir membuat diri ini berputus asa. menitik embun tipis di pelupuk mata, bercerita tentang kerinduan, tentang syahdu sedu sedan, betapa tangis ini berjelaga mendamba kasih sebening telaga, entah ratapan ini hendaklah tersampaikan pada ujung kesunyian di pekatnya malam. Padamu wahai jiwa yang pernah membuatku bahagia, padamu wahai sukma yang pernah membuatku tertawa riang, ketika senandungmu berbalut petikan harpa tua, kaulah cintaku, karena kaulah kekuatanku kaulah Maharaniku karena kaulah sandaranku. Tapi malam telah berganti fajar, ketika lantunan ayat suci bergema berkumandang, ketika kaki ini menyentuh bibir lautan, ku sesali mengapa daya begitu lemah begitu letih mengarung angkasa kehidupan. Andai camar tua tak memberi kabar tentang lelaki perkasa pengarung samudra, tentu kan ku bi...

Aplikasi Buku Kas Versi v9.0

📊 Laporan Kas - Multi Unit (v9.0 Stable) 📊 Laporan Kas - Multi Unit v9.0 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Kaulah Matahariku

Listen on Suno Lelah ku bersimpuh, Tertunduk lesu di balik tirai yang kelabu, Angin berisik hampir merusak jantungku, Lelah ku menunggu secarik kertas darimu, Kertas penuh untaian doa dan senandung rindu. Kaulah matahariku, Mata hatiku yang diam penuh cemburu, Kaulah kata hatiku, Mata hati cinta yang tak pernah bersatu. Mekarlah bunga sekuntum, Anak kecil berlarian mengejar kupu-kupu, Mengapa baru kali ini ku tau, Kaulah matahariku, Mata hati cinta yang penuh rindu. Muhammad Saroji - Dawuan - Karawang, 02-08-2018 (  kapurinjing.org  )

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 113

وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ ۝١١٣ wa laqad jâ'ahum rasûlum min-hum fa kadzdzabûhu fa akhadzahumul-‘adzâbu wa hum dhâlimûn Artinya : Sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya. Oleh karena itu, mereka ditimpa azab dan mereka itulah orang-orang zalim. Dan Allah tidak menimpakan azab itu secara tiba-tiba tanpa memberi peringatan sebelumnya. Allah menegaskan, “Sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul yang berasal dari kalangan mereka sendiri untuk mengingatkan mereka. Mereka mengenalnya dengan baik; bagaimana asal-usulnya dan kepribadiannya yang mulia, tetapi mereka mendustakan, mengingkari, dan menolak peringatan yang disampaikan-nya sebagaimana kalian, wahai kaum musyrik Mekah, melakukan hal yang sama. Karena kedurhakaan itu mereka ditimpa azab, dan mereka adalah orang yang zalim kepada diri mereka sendiri. Di antara perbuatan mereka yang menu...