Oleh : Emir Sadikin Beredar surat SBY, yang mempertanyakan ketidaklaziman kampanye 02 di Stadion Gelora Bubg Karno (GBK), hari ini. Oleh SBY, juga dianggap tidak _inklusif._ Saya tahu arahnya ke mana. Yakni adanya tahajjud bersama, subuh berjamaah dan lantunan sholawat. Nah, dalam hal ini saya ingin membahas dua hal yakni : (1) Kenapa sampai terjadi ketidaklaziman kampanye. (2) Apa yang dimaksud dengan kampanye tidak lazim dan tidak _inklusif._ Kampanye ini dianggap SBY tidak lazim karena adanya tahajud, subuh berjamaah dan sholawat, dalam _run down_ acara. Dari pengalaman Gerakan 212, saya ingin mengatakan, ketidaklaziman ini dimulai dari adanya pihak yang tidak ingin acara sukses. Gerakan 212, diupayakan tidak sukses dengan misalnya, mencegah bus yang mengangkut peserta/ penumpang dari luar kota. _"Ada aksi ada reaksi"._ Alih-alih mencegah. Justru reaksi spontan yang muncul. Santri Ciamis memutuska...
Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...