Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak
untuk mendapat murka dari Allah SWT.
Ada dua macam tarikan negatif yang mesti kita kendalikan. Pertama Hawa
nafsu, kedua syahwat.
Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu
tarikan yang sifatnya ke arah ego. Sedangkan syahwat itu tarikan yang
sifatnya fisik/material. Silakan cek di Al Qur'an.
Kata syekh Abdul Qadir al-Jailani, puncak dari mempertuhankan hawa
nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri, yang tercermin dari ucapan
Fir'aun yang menyatakan dirinya Rabb (tuhan pemelihara).
Sedangkan puncak dari pemujaan terhadap syahwat adalah homoseksual.
(kisah kaum nabi Luth).
Kenapa kita mesti concern menolak LGBT, karena kalau kita lihat di
Quran hukuman bagi para pemuja Hawa nafsu itu beda dengan hukuman bagi
pemuja syahwat.
Pemuja hawa nafsu seperti Firaun, yang dihancurkan itu cuma Firaun dan
tentaranya saja. Kota mesirnya masih tetap ada. Sedangkan ...
Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...