Langsung ke konten utama

Kami Menolak LGBT

Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak
untuk mendapat murka dari Allah SWT.


Ada dua macam tarikan negatif yang mesti kita kendalikan. Pertama Hawa
nafsu, kedua syahwat.


Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu
tarikan yang sifatnya ke arah ego. Sedangkan syahwat itu tarikan yang
sifatnya fisik/material. Silakan cek di Al Qur'an.


Kata syekh Abdul Qadir al-Jailani, puncak dari mempertuhankan hawa
nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri, yang tercermin dari ucapan
Fir'aun yang menyatakan dirinya Rabb (tuhan pemelihara).
Sedangkan puncak dari pemujaan terhadap syahwat adalah homoseksual.
(kisah kaum nabi Luth).


Kenapa kita mesti concern menolak LGBT, karena kalau kita lihat di
Quran hukuman bagi para pemuja Hawa nafsu itu beda dengan hukuman bagi
pemuja syahwat.
Pemuja hawa nafsu seperti Firaun, yang dihancurkan itu cuma Firaun dan
tentaranya saja. Kota mesirnya masih tetap ada. Sedangkan pemuja
syahwat itu dihancurkan sampai ke bumi tempat mereka berpijak.
TOTAL!!! Artinya manusia.. kucing dan tikus liar yang numpang makan di
situ ikut terkena bencana. Dan itu bukan hanya kejadian di kota Sodom.
Kita lihat pola yang sama di Pompeii, lalu di sebuah dusun kecil,
Lagetang. Semuanya polanya sama.


Pemujaan terhadap syahwat -> melampaui batas sampai muncul perilaku
homosex -> nunggu bencana.

Bahkan itu juga yang terjadi menjelang kiamat... Dalam hadits,
digambarkan manusia hilang malunya sehingga biasa untuk ngeseks di
pinggir jalan.


Jadi menurut yang kami pahami, perilaku LGBT tidak boleh dibiarkan
begitu saja. Harus kita cegah. Tentunya bukan dengan memusuhi pelaku.
Tapi yang kita cegah adalah tersebarnya paham tersebut. Setidaknya
bertindak agar jelas posisi kita. Misalnya tidak membeli kopi di
Starbucks, atau kalau mampu, melakukan counter campaign atau
penyadaran bagi kaum LGBT.


Sebagai penutup, kami ingin mengutip sebuah kisah tentang
keberpihakan. Di saat Nabi Ibrahim as dibakar raja Namrud, seekor
semut membawa setetes air. Seekor burung kemudian bertanya, "untuk apa
kamu bawa air itu?"
"Ini air untuk memadamkan api yang sedang membakar kekasih Tuhan,
Ibrahim." jawab semut.
"Hahaha... Tak akan guna air yang kamu bawa" kata burung.
"Aku tahu, tetapi dengan ini aku menegaskan di pihak manakah aku
berada". Jawab semut.
(sumber : Dr. KH. Muslih Abdul Karim. Beliau ini salah satu dosen
tafsir di LIPIA Jakarta juga di PTIQ Jakarta)

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...