Zaman, dimana seseorang harus berjuang mempertahankan hidupnya,bekerja
mencari nafkah adalah sebuah pilihan. Lihatlah bagaimana seorang
pengamen bernyanyi ..aku mengamen daripada mencuri atau
korupsi...dengan suara yang lantang,kiranya pejuang pejuang kita di
desa desa terpencil amat layak menjadi bahan perhatian pemerintah dan
seluruh masyarakat. Bagaimana tidak ? Mereka mendarmabaktikan ilmu
pengetahuan mereka meski hanya sekedar a ba ta tsa pada santri santri
kecil tanpa jaminan imbalan jasa atau uang sabun sekalipun meski dari
orang tua santri itu sendiri. Para ustadz itu berjuang atas dasar iman
dan rasa tanggung jawab mereka untuk meninggikan kalimat Allah,
kemudian mereka mencari nafkah dengan berjualan roti, menjahit atau
bahkan menjadi tukang becak... Sungguh kontras sekali dengan
pemandangan para sarjana kita yang mengantri di pintu pintu instansi
untuk menyodorkan surat lamaran CPNS. Ya, semua orang berhak
mendapatkan pekerjaan yang layak demi kemanusiaan. Kalau pemerintah
saat ini mengeluh masih kekurangan untuk menggaji para guru
honorer, apatah lagi melirik nasib para ustadz di surau surau kecil di
pojok desa terpencil. Inilah momentum yang tepat untuk memberdayakan
zakat di kalangan umat untuk membantu mengangkat derajat dan martabat
kehidupan para ustadz di desa. Jangan sampai timbul pemikiran bahwa
mengajar ngaji daripada nganggur dan menunggu giliran untuk merantau
ke kota dengan menggadaikan iman dan islam mereka. Inilah tugas
pemerintah yang punya kekuasaan dan tugas masyarakat kita semua.
Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...
Komentar
Posting Komentar