Zaman, dimana seseorang harus berjuang mempertahankan hidupnya,bekerja
mencari nafkah adalah sebuah pilihan. Lihatlah bagaimana seorang
pengamen bernyanyi ..aku mengamen daripada mencuri atau
korupsi...dengan suara yang lantang,kiranya pejuang pejuang kita di
desa desa terpencil amat layak menjadi bahan perhatian pemerintah dan
seluruh masyarakat. Bagaimana tidak ? Mereka mendarmabaktikan ilmu
pengetahuan mereka meski hanya sekedar a ba ta tsa pada santri santri
kecil tanpa jaminan imbalan jasa atau uang sabun sekalipun meski dari
orang tua santri itu sendiri. Para ustadz itu berjuang atas dasar iman
dan rasa tanggung jawab mereka untuk meninggikan kalimat Allah,
kemudian mereka mencari nafkah dengan berjualan roti, menjahit atau
bahkan menjadi tukang becak... Sungguh kontras sekali dengan
pemandangan para sarjana kita yang mengantri di pintu pintu instansi
untuk menyodorkan surat lamaran CPNS. Ya, semua orang berhak
mendapatkan pekerjaan yang layak demi kemanusiaan. Kalau pemerintah
saat ini mengeluh masih kekurangan untuk menggaji para guru
honorer, apatah lagi melirik nasib para ustadz di surau surau kecil di
pojok desa terpencil. Inilah momentum yang tepat untuk memberdayakan
zakat di kalangan umat untuk membantu mengangkat derajat dan martabat
kehidupan para ustadz di desa. Jangan sampai timbul pemikiran bahwa
mengajar ngaji daripada nganggur dan menunggu giliran untuk merantau
ke kota dengan menggadaikan iman dan islam mereka. Inilah tugas
pemerintah yang punya kekuasaan dan tugas masyarakat kita semua.
Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...
Komentar
Posting Komentar