Langsung ke konten utama

Adab Bersetubuh (2)

7. Diharamkan baginya menyiarkan hal-hal yang rahasia diantara suami istri.

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Asma binti Yazid yang saat itu duduk
dekat Rasulullah saw bersama dengan kaum laki-laki dan wanita lalu
beliau saw bersabda,
"Bisa jadi seorang laki-laki menceritakan apa yang dilakukannya dengan
istrinya dan bisa jadi seorang istri menceritakan apa yang
dilakukannya dengan suaminya." Maka mereka pun terdiam. Lalu aku
bertanya, "Demi Allah wahai Rasulullah sesungguhnya kaum wanita
melakukan hal itu begitu juga dengan kaum laki-laki mereka pun
melakukannya." Beliau saw bersabda,"Janganlah kalian melakukannya.
Sesungguhnya hal itu bagaikan setan laki-laki berhubungan dengan setan
perempuan di jalan lalu (setan laki-laki) menutupi (setan perempuan)
sementara orang-orang menyaksikannya."

8. Berwudhu di antara dua jima' meskipun mandi adalah lebih utama

Apabila seorang laki-laki menggauli istrinya lalu dia ingin kembali
mengulanginya maka yang paling utama baginya adalah berwudhu sehingga
dapat mengembalikan tenaganya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh
Muslim dari Abi Said al Khudriy berkata, "Rasulullah saw bersabda,
'Apabila seorang dari kalian menggauli istrinya kemudia dia ingin
mengulanginya lagi maka berwudhulah diantara kedua (jima) itu."
Di dalam sebuah riwayat,"Seperti wudhu hendak shalat." (HR. Muslim) Abu
Naim menambahkan,"Sesungguhnya hal itu akan mengembalikan tenagannya."
Mandi lebih utama, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Rafi'
bahwa Nabi saw mengelilingi para istrinya dan mandi ketika (hendak
menggauli) istri yang ini dan juga dengan yang istri ini. dia
berkata,"Aku bertanya kepadanya, 'Wahai Rasulullah apakah tidak cukup
hanya dengan sekali mandi?' beliau saw menjawab,"Ini lebih suci. Lebih
wangi dan lebih bersih."
Seyogyanya bagi orang yang ingin tidur dalam keadaan junub hendaknya
berwudhu dengan wudhu seperti untuk shalat terlebih dahulu,
sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar bahwa
Umar berkata,"Wahai Rasulullah apakah seorang dari kami tidur
sementara dia dalam keadaan junub?' beliau saw menjawab,"Ya, hendaklah
dia berwudhu." Didalam sebuah riwayat,"Berwudhu dan cucilah kemaluanmu
lalu tidurlah."
Wudhu ini merupakan sebuah anjuran dan bukan sebuah kewajiban,
sebagaimana diriwayatkan oleh Umar ketika bertanya kepada Rasul
saw,"Apakah seorang dari kami tidur sementara dirinya junub?" beliau
saw menjawab, "Ya dan hendaklah dirinya berwudhu jika mau.".
Diriwayatkan oleh Ashabus Sunan dari Aisyah berkata, "Rasulullah saw
pernah tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air hingga dia
terbangun setelah itu dan mandi."
Dibolehkan pula untuk bertayammum, sebagaimana diriwayatkan oleh
Baihaqi dari Aisyah berkata,"Rasulullah saw jika dirinya junub dan
hendak tidur maka dia berwudhu atau bertayammum."

9. Mandi Berduaan

Dibolehkan bagi suami istri untuk mandi secara bersama-sama dalam satu
wadah, Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Aisyah
berkata, "Aku mandi bersama Rasulullah saw dari satu wadah antara
diriku dengan dirinya. Tangan kami saling bergantian berebutan
sehingga aku mengatakan, "tinggalkan (sedikit air) buatku,tinggalkan
buatku." Dia berkata, "Mereka berdua dalam keadaan junub."
Dari hadits diatas maka diperbolehkan keduanya telanjang dan saling
melihat aurat satu dengan yang lainnya.
Didalam hdits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dari
Muawiyah bin Haidah berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah. Apa yang
dibolehkan dan dilarang dari aurat kami?' beliau menjawab,"Jagalah
auratmu kecuali terhadap istri atau budakmu." Maka dibolehkan bagi
salah seorang dari pasangan suami istri untuk melihat seluruh badan
pasangannya dan menyentuhnya hingga kemaluannya berdasarkan hadits
ini, karena kemaluan adalah tempat kenikmatan maka dibolehkan melihat
dan menyentuhnya seperti bagian tubuh lainnya.

10. Bersenda Gurau Dengan Istri

Dibolehkan bersenda gurau dan bermain-main dengan istrinya di tempat
tidur, sebagaimana sabdanya saw,"… Mengapa bukan dengan gadis maka
engkau bisa bermain-main dengannya dan dia bisa bermain-main
denganmu." (HR. Bukhori dan Muslim) dan di dalam riwayat Muslim,
"Engkau bisa bahagia dengannya dan dia bisa bahagia denganmu."

Di antara senda gurau dan mempergaulinya dengan baik adalah ciuman
suami walaupun bukan untuk jima'. Rasulullah saw mencium dan menyentuh
istri-istrinya meskipun mereka dalam keadaan haidh atau beliau mencium
dan menyentuhnya meski beliau sedang dalam keadaan puasa.
Sebagaimana terdapat di dalam ash Shahihain dan lainnya dari Aisyah dan
Maimunah bahkan juga diriwyatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Aisyah
berkata,"Nabi saw mencium sebagian istri-istrinya kemudian beliau
keluar menuju shalat dan tidak berwudhu lagi." Ini sebagai dalil bahwa
mencium istri tidaklah membatalkan wudhu.

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...