Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

Rahasia Wasiat Terakhir Nabi Muhammad SAW



Forummuslim.org - Dalam riwayat imam al-Nasa'i, sayyidah Ummu Salamah menceritakan keadaan Nabi s.a.w. di detik-detik terakhir menjelang wafatnya. Beliau mengatakan bahwa Nabi s.a.w. mengucapkan: "al-Shalah, wa maa malakat aimanukum", kalimat ini selalu dulang-ulang oleh Nabi s.a.w. sampai suaranya tidak terdengar lagi. Yang akhirnya ini menjadi wasiat terakhir Nabi s.a.w. untuk umatnya di depan orang-orang terdekat yang menyksikan beliau wafat. 



Kalau diterjemahkan, kalimat terakhir Nabi s.a.w. itu maksudnya; "jagalah shalat kalian, jaga pula budak serta hamba sahaya yang kalian miliki!". Ini wasiat terakhir Nabi s.a.w. sebelum beliau wafat. Dari sini kemudian ulama menafsirkan bahwa memang Nabi s.a.w. mempunyai kelebihan yang sering disebut dengan istilah "Jawami' al-Kalim"; maksudnya orang yang perkataannya itu sedikit tapi dari yang sedikit itu punya arti yang dalam dan luas. 

Ya. Memang 2 kalimat itu sedikit, tapi nyata punya kandungan yang dalam dan universal. Maksud wasiat Nabi s.a.w. itu agar kita umatnya menjadi umat yang sholeh ritual, juga sholeh sosial. Dengan bahasa yang lebih sederhana, kita dituntut oleh Nabi s.a.w. kita untuk jadi
muslim yang hablum-minallah-nya bagus, dan hablum-minannas-nya juga
lurus sejurus.

Kalimat Nabi s.a.w.; "als-shalah", atau "jagalah shalat kalian", ini mewakili tuntutan syariah kepada kita untuk jadi orang yang hubungan dengan Allah punya status yang baik. Yang disebutkan memang hanya shalat, tapi maksudnya adalah seluruh ritual ibadah kita kepada Allah s.w. t.  Disebutkan hanya shalat karena memang ibadah tersebut adalah
bentuk ritual ibadah vertikal paling optimal untuk menggambarkan
ketundukkan kita kepada Allah s.w.t. Banyak hadits Nabi s.a.w. yang
menggambarkan shalat sebagai tiang agama, yang bisa saja sebuah bangunan itu runtuh akibat tiangnya yang tidak kuat. Saking pentingnya, ibadah shalatlah yang akan pertama kali ditanya nanti ketika kita masuk mahkamah keadilan akhirat nanti.

Untuk tuntutan sosial, Nabi s.a.w. mewakilinya dengan kalimat "jagalah/hormati budak serta hamba sahaya yang kalian miliki!". Kenapa
Nabi s.a.w. memilih kalimat ini? Coba kita lihat, budak ketika itu adalah manusia dengan strata sosial paling rendah. Sangat rendah. Tidak ada manusia ketika itu yang derajatnya kebih rendah selain budak. Jangankan untuk baju yang ia miliki, bahwa badannya sendiri, ia tidak miliki itu. Nabi s.a.w. menunutu kita untuk bisa mengormati
mereka, menjaga hak-hak mereka, memberikan sikap baik yang sama
sebagaimana kita bersikap kepada selain budak. Masalahnya manusia sangat bisa dan terbiasa untuk menghormati orang yang jauh lebih tinggi derajatnya, baik itu dari segi ekonomi, keilmuan, atau juga tinggi jabatan, serta status profesi dan sosial.
Akan tetapi sulit sekali bagi manusia –biasanya- untuk menghormati orang yang derajatnya jauh lebih rendah; baik itu dari segi jabatan, ekonomi, keilmuan apalagi. Maka wajar Nabi s.a.w. menjadikan budak sebagai "model" penghormatan bagi kita semua; karena memang itu sesuatu yang sulit.
Maksudnya, kalau orang sudah bisa menggormati orang yang status
sosialnya atau ekonominya atau jebatannya atau keilmuannya atau juga
profesinya lebih rendah, maka bukan barang yang sulit untuk dia menghormati orang yang lebih tinggi derajatnya. Tapi sebaliknya, kalau hanya terbiasa menghormati dan bisa memberikan penghormatan kepada orang yang tinggi derajatnya, sulit rasanya kalau harus memberikanñpenghormatan yang sama kepada orang yang jauh lebih rendah. Coba kita lihat sekeliling kita, banyak orang yang punya jabatan serta profesi
dan keilmuan yang jauh lebih rendah dari kita. Katakanlah pembantu, tukang sampah, pengamen jalanan, tukang asongan, termasuk juga pendosa, pelaku maksiat, bagaimana kita memandang mereka? Dengan mata murka kah? Merasa jauh lebih baik dan lebih dekat dengan tuhan sehingga melegalkan kita untuk mencibir mereka walau dalam hati?

Nabi s.a.w. mewanti-wanti agar kita tidak jatuh menjadi orang yang jumawa dengan apa yang kita miliki. Ilmu serta yang kita miliki serta ibadah banyak yang sudah kita lakukan, tidak bisa menjadikan kita sombong. Masih dihormatinya kita oleh orang lain, bukan karena ilmu, bukan juga karena harta, bukan juga karena jabatan juga, tapi karena Allah s.w.t. masih menutupi aib kita di depan khalayak. Kalau saja
Allah s.w.t. membuka aib itu, mungkin kita bisa saja menjadi hina yybahkan jauh lebih hina dari yang kita hina selama ini. Maka perlakukanlah mereka sama. Bukankah agama ini juga datang dengan semangat "al-musawah bainan-naas"? persamaan antara setiap manusia.
(Ahmad Zarkasih)


Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

Sistem Informasi Akuntansi BUMDes

Laporan Keuangan BUMDES - Versi Final Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDes Unit Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Operasional 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanj...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

MENGAJARKAN PAMER DAN VIRAL ?

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq   Syaikh Hasan as Sadziliy rahimahullah, seorang ulama pendiri thariqah Asy Syadiliyah yang hidup di abad ketujuh Hijriyah berkata : أعلنوا بطاعتكم إظهاراً لعبوديتكم كما يتظاهر غيرُكم بالمعاصي، وعليكم بالإعلام للناس بما منحكم الله تعالى من العلوم والمعارف. "Umumkan ketaatanmu agar orang-orang tahu akan ibadahmu, sebagaimana orang lain pede mempertunjukkan kemaksiatannya.  Viralkan kepada banyak orang akan ilmu dan pengetahuan yang telah Allah ta'ala anugerahkan kepadamu." [1] Penjelasan : Nasehat beliau dan juga ulama manapun harus disikapi dengan dua cara : Pertama adalah dengan didudukkan sesuai konteksnya. Perkataan sebaik apapun bila tidak dipahami dengan baik akan menjadi rusak.  Jangan sampai ketika kita membahas bab memaafkan, yang dibawa dalil-dalil tentang hukum dan keadilan. Dan saat kita bicara hukum dan keadilan, kita seret ke dalil tentang bab memaafkan. Akhirnya rancu. Dan yang kedua, perkataan siapapun harus diselara...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas

Laporan Keuangan - FIFO HPP + Arus Kas (Responsive) Laporan Keuangan Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 📋 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan / Direktur Bidang Usaha / Unit Periode Laporan Pilih Bulan Awal Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember s/d Pilih Bulan Akhir ...