Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

Memahami Sikap PBNU





Oleh Syafiq Naqsyabandi

Sikap PBNU yang memilih kontra terhadap Aksi Bela Islam banyak membuat kalangan gagal paham. Rupanya tidak hanya kalangan Islam perkotaan yang gagal paham, tetapi juga kalangan Islam yang berasal dari lingkungan Nahdliyin (NU kultural). Umumnya mereka yang gagal paham ini merupakan kalangan Islam yang tidak dekat dengan NU struktural, meski tidak jauh dari kalangan NU kultural.

Orang-orang yang meskipun berasal dari kalangan NU kultural, dapat terbawa isu-isu yang berembus di masyarakat jika tidak dekat dengan NU struktural. Kita semua mafhum, betapa liarnya isu (menjurus fitnah) yang berembus di masyarakat hari-hari ini. Hanya NU strukturallah yang dapat menangkis ataupun meluruskan kesimpangsiuran isu tersebut. Kedekatan seseorang dengan NU struktural, sedikit atau banyak akan mempengaruhi pemahaman seseorang dengan sikap-sikap PBNU. 

Mengamini apa yang seringkali disampaikan Ahmad Baso dalam buku-bukunya, bahwa hari ini NU sedang digempur oleh wahabisme di satu sisi dan digempur oleh liberalisme di sisi lain. Isu-isu tertentu sengaja ditiupkan ke masyarakat Nahdliyin oleh kedua pihak tersebut, maupun pihak-pihak lain yang bersekutu dengan keduanya, demi menginfiltrasi NU. Nahdliyin yang awam dalam memahami prinsip-prinsip kemoderatan NU, dapat terinfiltrasi doktrin-doktrin di luar NU. Tidak heran jika kemudian Rais Aam KH Makruf Amin seringkali berpesan dalam berbagai kesempatan, “La radikaliyan wa la liberaliyan”. 

Kembali mengenai sikap PBNU terhadap Aksi Bela Islam yang terkesan melawan arus, barangkali perlu bagi kita untuk melihat kembali sikap PBNU dalam dinamika sejarah republik ini. Karena ternyata banyak juga sikap PBNU yang tidak mudah dipahami dalam berbagai peristiwa penting yang terjadi di republik ini. Contoh pertama dari sikap PBNU adalah keluarnya NU dari Masyumi pada tahun 1952. Saat itu Masyumi adalah satu-satunya partai politik bagi umat Islam, jumlah kursi Masyumi di parlemen pun termasuk yang paling banyak. Sikap PBNU yang memutuskan keluar dari Masyumi, membuat NU dituduh sebagai pemecah belah umat Islam. 

Setidaknya ada dua alasan yang membuat NU saat itu memutuskan keluar dari Masyumi. Pertama karena Masyumi mengurangi fungsi Dewan Syuro menjadi sekadar pemberi nasihat semata, padahal justru di Dewan Syuro lah duduk perwakilan NU, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Hasbulloh. Pemangkasan fungsi Dewan Syuro ini membuat para ulama NU menjadi tidak dihargai dalam menentukan arah partai. Hal ini menimbulkan kekecewaan besar di kalangan NU. Alasan kedua adalah bergesernya posisi Menteri Agama yang sebelumnya adalah langganan KH Wahid Hasyim. Sikap NU yang memutuskan untuk keluar dari Masyumi tetaplah kontroversial sampai akhirnya sejarah membuktikan pada akhir medio 1950-an, pemimpin Masyumi melibatkan diri dalam gerakan makar PRRI/Permesta. NU membuktikan diri menjadi simbol kesetiaan umat Islam pada Republik Indonesia.

Contoh kedua dari sikap PBNU adalah bergabungnya NU dalam koalisi Nasakom di era demokrasi terpimpin. Sikap NU ini membuat para kiai NU dicerca karena bersedia duduk bersama PKI dalam pemerintahan. Saat itu kiai NU seringkali disebut-sebut sebagai kiai Nasakom. Padahal ijtihad NU untuk turut berada dalam pemerintahan adalah untuk mengawal kebijakan Presiden Soekarno supaya tidak didominasi oleh PKI. Keberadaan NU dalam pemerintahan saat itu juga untuk melindungi elemen-elemen umat Islam dari serangan PKI. Buktinya PKI pernah membujuk Presiden Soekarno untuk membubarkan HMI, tapi karena penolakan Menteri Agama yang juga Sekjend PBNU, KH Saifudin Zuhri, HMI tidak jadi dibubarkan. Pasca pecahnya peristiwa G30S, NU menjadi ormas yang paling depan dalam mengganyang PKI, kembali NU membuktikan kesetiaannya pada Republik Indonesia.

Contoh ketiga dari sikap PBNU adalah merapatnya Gus Dur sebagai Ketum Tanfidziyah PBNU kepada Jenderal LB Murdani. Seperti yang sudah diketahui, pada tahun 1984 pecah peristiwa Tanjung Priok dimana militer dibawah komando LB Murdani menembaki umat Islam dan menelan ratusan korban. Protes menyusul peristiwa tersebut terjadi di mana-mana bahkan hampir mengarah pada kerusuhan nasional. Latar belakang Jenderal LB Murdani yang bukan Islam membuat kerusuhan dipenuhi sentimen keagamaan. Ditengah-tengah susasana yang demikian, Gus Dur justru menggandeng Murdani mengunjungi pesantren-pesantren NU. Tak pelak Gus Dur mendapat hujatan dan cacian dari banyak pihak, bahkan dari warga NU sendiri. Lebih jauh Gus Dur dituduh telah murtad karena membela Murdani. Padahal, Gus Dur berpendapat langkah yang dilakukannya adalah upaya meredam represifitas aparat. Gus Dur khawatir jika tidak diredam, korban dari umat Islam akan bertambah besar. 

Ketiga sikap yang sudah diuraikan di atas merupakan contoh, betapa seringkali sikap PBNU gagal dipahami oleh masyarakat. Masyarakat Nahdliyin sendiri saja bisa gagal paham, apalagi yang bukan Nahdliyin. Terlebih seringkali hanya sejarah yang bisa membuktikan kejelian sikap PBNU. Hal ini menjadi tidak mudah untuk menjelaskan mengapa PBNU justru sangat kontra terhadap aksi bela Islam, meskipun juga mendukung proses hukum terhadap terduga pelaku penista agama. Dalam seruan moral yang dikeluarkan pada 28 Oktober  2016 yang lalu, tertangkap kesan yang sangat jelas bahwa PBNU khawatir jika arus yang ada tidak dibendung, maka kekuatan ekstrem kanan akan naik ke panggung politik nasional. Sikap PBNU tersebut bukan dalam rangka membela penista agama, tetapi lebih kepada menjaga supaya Islam moderat tetap menjadi arus utama umat Islam yang ada di Indonesia. Inilah originalitas dari beragam sikap PBNU terhadap dinamika perjalanan Republik Indonesia.

Kekhawatiran PBNU menjadi nyata tatkala tidak lama setelah sukses dan lancarnya rangkaian Aksi Bela Islam,terjadi pembubaran paksa peribadatan umat nasrani di Bandung. Kemudian merebaknya sweeping atribut natal di banyak kota. Terbaru adalah dilaporkannya Habib Rizieq oleh PMKRI. Sesama bangsa Indonesia menjadi mudah saling lapor, menjadi tiba-tiba saling berlawanan. Barangkali inilah yang disebut dengan bahaya naik panggungnya ekstrem kanan dalam perpoilitikan nasional. Naik panggungnya kalangan ekstrem bisa berujung pada konflik besar, seperti saat naik panggungnya ekstrem kiri pada awal 1965. Indonesia hanya bisa stabil jika berada di tengah-tengah, menjadi moderat, menjadi ummatan wasathan sesuai pesan Al-Baqarah ayat 143.


Penulis adalah warga NU, tinggal di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Aktif di Facebook dengan Akun Syafiq Naqsyabandi [nu.or.id]






Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

Sistem Informasi Akuntansi BUMDes

Laporan Keuangan BUMDES - Versi Final Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDes Unit Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Operasional 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanj...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

MENGAJARKAN PAMER DAN VIRAL ?

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq   Syaikh Hasan as Sadziliy rahimahullah, seorang ulama pendiri thariqah Asy Syadiliyah yang hidup di abad ketujuh Hijriyah berkata : أعلنوا بطاعتكم إظهاراً لعبوديتكم كما يتظاهر غيرُكم بالمعاصي، وعليكم بالإعلام للناس بما منحكم الله تعالى من العلوم والمعارف. "Umumkan ketaatanmu agar orang-orang tahu akan ibadahmu, sebagaimana orang lain pede mempertunjukkan kemaksiatannya.  Viralkan kepada banyak orang akan ilmu dan pengetahuan yang telah Allah ta'ala anugerahkan kepadamu." [1] Penjelasan : Nasehat beliau dan juga ulama manapun harus disikapi dengan dua cara : Pertama adalah dengan didudukkan sesuai konteksnya. Perkataan sebaik apapun bila tidak dipahami dengan baik akan menjadi rusak.  Jangan sampai ketika kita membahas bab memaafkan, yang dibawa dalil-dalil tentang hukum dan keadilan. Dan saat kita bicara hukum dan keadilan, kita seret ke dalil tentang bab memaafkan. Akhirnya rancu. Dan yang kedua, perkataan siapapun harus diselara...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas

Laporan Keuangan - FIFO HPP + Arus Kas (Responsive) Laporan Keuangan Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 📋 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan / Direktur Bidang Usaha / Unit Periode Laporan Pilih Bulan Awal Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember s/d Pilih Bulan Akhir ...