Langsung ke konten utama

Menggali Fikih Aswaja KH. MA. Sahal Mahfudh


 KH. MA. Sahal Mahfudh




Forum Muslim - Bergumul dengan Islam Indonesia berarti ia bergumul dengan pesantren. Dan itu artinya bergumul dengan tradisi fikih dan Aswaja (ahlussunnah wal jama'ah). Hal inilah yang dirumuskan secara mengesankan oleh Mbah Sahal, sapaan untuk al-Maghfurlah KH. MA. Sahal Mahfudh, dalam bukunya 'Nuansa Fiqh Sosial', yakni fikih Aswaja yang kontekstual dengan zaman dan dinamis akan perubahan.

Ada yang berbeda dari pemahaman dan pemikiran antara fikih yang diilhami Mbah Sahal dengan arus utama. Jika arus utama hanya mengandalkan fikih secara qauli (tekstual), Mbah Sahal menggagas fikih yang juga berparadigma manhaji (metodologis). Pada akhirnya pemahaman fikih manhaji ini akan mendorong sebuah bangunan Aswaja yang aktual dan aplikatif, Aswaja yang betul-betul menyentuh akar dan realitas sosial masyarakat.


Semangat dinamisasi fikih Mbah Sahal ini sekaligus ingin memberikan pencerahan kepada pesantren dan umat Muslim pada umumnya bahwa (produk) fikih tidak hadir di ruang hampa, melainkan ia adalah upaya responsif para ulama atas realitas sosial yang terbatas oleh zaman. Kritik Mbah Sahal benar efektif terutama saat dihadapkan dengan tradisi bahtsul masail (pembahasan masalah) pesantren dan NU yang berkecederungan tekstualis. Penjelasan bernada kritik itu dinyatakan Mbah Sahal dengan tegas, bahwa seringnya kegagalan masalah dengan kitab kuning membuat pesantren memiliki tradisi aneh dalam menjawab permasalahan, yaitu dengan memberikan hukum mauquf. Secara jujur, lanjutnya, harus diakui bahwa tradisi ini mencerminkan ketidakmampuan mengambil keputusan final.

Fikih Kontekstual-Dinamis

Fikih sosial yang digagas Mbah Sahal juga sejalan dengan rumusan hasil halaqah NU, RMI, dan P3M yang memiliki sekurangnya lima ciri pokok. Pertama, interpretasi teks-teks fiqh secara kontekstual; Kedua, perubahan pola bermazhab secara tekstual (madzhab qauli) ke bermadzhab secara metodologis (madzhab manhaji); Ketiga, verifikasi mendasar mana ajaran yang pokok (ushul) dan mana yang cabang (furu'); Keempat, fiqh dihadirkan sebagai etika sosial, bukan hukum positif negara, dan Kelima, pengenalan metodologi pemikiran filosofis, terutama dalam masalah budaya dan sosial.


Konsistensi Mbah Sahal akan paradigma fikih sosial begitu nyata, misalnya ketika membedah kontroversi lokalisasi prostitusi para pedila (perempuan yang dilacurkan). Dalam bukunya Mbah Sahal berpendapat bahwa pilihan terhadap kebijakan lokalisasi prostitusi merupakan pilihan yang didasarkan atas prinsip memilih perbuatan yang dampak buruknya lebih ringan. Dengan demikian, tinjauan fiqh sosial membenarkan tindakan lokalisasi terhadap perempuan pekerja seks komersial.

Pendapat ini bagi sebagian pihak mungkin terasa mengagetkan, sehingga akan dituduh sebagai sebuah dukungan akan maraknya perzinahan. Tetapi bagi yang terbiasa mengaji ushul fikih di pesantren, sesungguhnya pendapat itu didasarkan pada kaidah idza ta'aradha mafsadatani ru'ya a'zhamuhuma dhararan bi irtikabi akhaffihima, apabila bertemu dua keburukan, maka pertimbangkan mana yang paling besar dampak keburukannya, lalu pilihlah yang dampak keburukannya lebih kecil. Upaya ini bermakna bahwa prostitusi merupakan persoalan sosial yang kompleks, yang tak bisa diselesaikan hanya dengan cap halal-haram. Saya memaknainya sebagai solusi gradual untuk menuntaskan persoalan prostitusi. Dengan kata lain, kita sepakat bahwa prostitusi dilarang agama, tetapi kemudian kita juga mesti peduli bahwa mereka para pedila itu juga manusia yang punya hati nurani untuk bisa berupaya hidup normal sebagaimana mestinya. Butuh waktu yang panjang untuk memulihkannya, pemulihan dari sisi psikologis, sosial, ekonomi, dan lain-lain.


Spirit Aswaja Aktual

Masyarakat pesantren dan NU sejak lama mengilhami Aswaja yang hanya dipahami dengan pemaknaan terbatas yakni fikih (syariat) berafiliasi pada empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafii, Hanbali), tauhid (aqidah) pada al-Asy'ari dan al-Maturidi, tasawuf (sufisme) pada al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi.


Tetapi saat membaca Aswaja ala Mbah Sahal, ada nuansa berbeda yang menunjukkan bahwa Aswaja itu universal sekaligus aktual. Memang tidak ada salah tatkala memahami Aswaja sebagaimana umum, asal saja tidak saklek dan ekslusif. Karena Mbah Sahal menyatakan Aswaja harus mampu mendorong pengikutnya dan umat pada umumnya agar mampu bergaul dengan sesamanya dan alam sekitarnya untuk saling memanusiawikan. Lebih jauh, Mbah Sahal menegaskan, Aswaja juga harus menggugah kesadaran umat terhadap ketidaklayakan, keterbelakangan, serta kelemahan mereka yang merupakan akibat dari suatu keadaan dan peristiwa kemanusiaan, yang dibuat atau dibentuk oleh manusia yang sudah barang tentu dapat diatasi oleh manusia pula.

Ini spirit Aswaja yang aktual di tiap lini kehidupan. Para pengikut Aswaja di mana pun berada mesti menjadi pelopor kemanusiaan. Dalam lini agama mampu menyongsong keberagaman dan harmonisasi, dalam lini sosial mampu menciptakan kesejahteraan, dalam lini budaya mampu menjaga dan meletarikannya, dalam lini ekonomi mampu memandirikan masyarakat, dan pada lini-lini kehidupan lainnya.


Dengan pemahaman semacam ini, diharapkan tidak akan terjadi lagi ketegangan dan konflik yang saling mengunggulkan—atau mengklaim kebenaran—antar aliran; Sunni versus Syiah, Sunni versus Ahmadiyah, dan lain-lain. Setiap aliran atau kepercayaan menjadi benar sebab diyakini oleh masing-masing pemeluknya dan di saat yang sama kita tidak saling merasa paling benar dan menyalahkan yang lain. Dalam hal ini Mbah Sahal, betul-betul telah memberikan teladan mengesankan kepada kita, yakni fikih Aswaja yang memanusiakan dengan dua prinsip utamanya; kontekstual dan dinamis. 

Penulis : Mamang M. Haerudin, Khadim al-Ma'had di pesantren Raudlatut Tholibin Babakan-Ciwaringin dan LP3M STID Al-Biruni Cirebon

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...