Langsung ke konten utama

Salah Kaprah "Khilafah adalah Solusi"



Oleh : Prof. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), Ph.D.

Dalam sejarah khilafah, sesama muslim juga berperang (puncaknya adalah Tragedi Karbala, dimana cucu Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- menjadi korbannya). Jangan sampai sekarang terjadi lagi.

Pada masa Khilafah jaman 'old' terdapat sejumlah perang saudara sesama umat Islam. Daftarnya bisa sangat panjang. Korbannya juga mereka yang mengucapkan 'dua kalimat syahadat'. Umumnya perang saudara terjadi karena perebutan kekuasaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jadi, sebelum banyak orang tergiur dengan propaganda eks HTI yang teriak-teriak bahwa "Khilafah adalah satu-satunya solusi umat" atau "Tanpa khilafah, syari'at Islam tidak akan tegak secara kaaffah", atau jualan lainnya "Islam rahmatan lil Alamin tidak terwujud di masa Nabi Muhammad dan hanya terwujud di masa Khilafah", mari simak data sejarah di bawah ini:

1. Fitnah dalam konteks pembahasan kita ini maksudnya adalah ujian berupa perang saudara. Fitnah pertama kali yaitu pada saat pemberontakan yang mengakibatkan terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, saat membaca al-Qur'an di rumahnya. Madinah dikuasai pemberontak beberapa hari sehingga jenazah Khalifah Utsman dikubur berjauhan dari makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

2. Terjadi pula perang saudara antara Sayyidina Ali dengan Siti Aisyah (perang Jamal). Saat perang Jamal di Bashrah, tidak kurang dari 18.000 sahabat gugur Perang antara istri Nabi dan menantu Nabi ini baru berakhir setelah kaki-kaki unta itu ditebas dengan pedang kemudian Siti Aisyah dipulangkan ke Madinah.

3. Selanjutnya Imam Ali berperang dengan Mu'awiyah (perang shiffin). Kitab Tarikh al-Khulafa Imam Suyuthi bercerita bagaimana dengan cerdik pasukan Mu'awiyah yang hampir kalah mengangkat Mushaf al-Qur'an di ujung pedang mereka dan meminta perundingan. Ali bin Abi Thalib paham bahwa ini hanya taktik belaka dan meminta pasukannya terus menggempur Mu'awiyah. Namun atas nama mencintai mushaf al-Qur'an pasukan Ali menjadi ragu melanjutkan pertempuran. Taktik kotor Mu'awiyah berhasil. Terjadilah gencatan senjata dan perundingan yang berakhir tragis untuk pasukan Khalifah Ali, sang menantu Nabi.

4. Periode fitnah pertama di atas berakhir dengan perdamaian antara Sayyidina Hasan dan Mu'awiyah. Kisah periode ini sudah saya ceritakan dalam berbagai tulisan saya.

5. Fitnah kedua berlangsung pada periode pembantaian Sayyidina Husain di Karbala dan berlanjut dengan perlawanan Abdullah bin Zubair. Imam al-Thabari dalam kitab Tarikhnya menceritakan dengan detil berpuluh-puluh halaman apa yang terjadi di Karbala, dan mencatat siapa saja keluarga Sayyidina Husein yang terbunuh lengkap dengan menyebutkan siapa pembunuh maisng-masing, pada 10 Muharram di Karbala. Kepala cucu Nabi dipenggal. Keturunan sayyidina Husein dihabisi, hanya tinggal sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali -radhiallahu ta'ala anhu- yang selamat dan meneruskan generasi ahlulbait.

6. Disampaikan pula oleh Imam Thabari bahwa Abdullah bin Zubair, penguasa Mekkah saat itu, dibunuh oleh pasukan al-Hajjaj dengan cara kepalanya dipenggal dan tubuhnya disalib. Dan pasukan al-Hajjaj lantas berteriak mengumandangkan takbir.

7. Periode peperangan antara al-Walid II dan Yazid III dikenal dalam sejarah islam sebagai fitnah ketiga, yang berakhir dengan naiknya Marwan II sebagai Khalifah terakhir Umayyah.

8. Kepala al-Walid II dipenggal oleh pasukan Yazid, yang kemudian mengambil alih posisi Khalifah. Setelah dipenggal, atas perintah Yazid, kepala al-Walid II ditusuk diujung tombak dan diedarkan ke jalan raya dan pasar di Damaskus, bahkan sengaja dibawa ke bekas rumah ayahnya. Tindakan ini memicu kegeraman keluarga al-Walid II. Dinasti Umayyah terpecah belah akibat pertikaian internal mereka sendiri yang dipicu oleh kelakuan buruk al-Walid II.

9. Yang paling mengkhawatirkan untuk Marwan II adalah pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok Abbasiyah. Kelompok ini dipimpin oleh Abul Abbas bin Abdullah as-Saffah. Pemberontakan dimulai dari Khurasan. Dipimpin oleh Abu Muslim, jenderal pengikut setia Abul Abbas. Penduduk Khurasan mulai membaiat Abul Abbas sebagai Khalifah. Kubu Abbasiyah ini mengambil legitimasi dari jalur keluarga Nabi Muhammad, yaitu keturunan Abbas, paman beliau -shallallahu alaihi wasallam-. Keluarga Nabi yang pada masa Dinasti Umayyah tersingkirkan menemukan momentum untuk masuk ke kekuasaan.

10. Dalam pertempuran di dearah Zab, pasukan Marwan II bertemu dengan pasukan gabungan dari Abbasiyah, Syi'ah dan penduduk Persia, yang dipimpin oleh Abdullah bin 'Ali (paman dari Abul Abbas). Marwan II berhasil dikalahkan. Marwan sempat melarikan diri ke Syira dan kemudian kabarnya ke Mesir. Pasukan Abbasiyah dibawah kontrol Shaleh, saudara Abdullah bin Ali, kemudian berhasil menemukan Marwan II dan membunuhnya.

11. Transisi kekuasaan dari Dinasti Umayyah ke Dinasti Abbasiyah terjadi lewat pertumpahan darah. Salah satu bentuk kekejaman Abul Abbas (Khalifah pertana Abbasiyah) adalah dengan mengundang jamuan makan kepada keluarga Bani Umayyah yang tersisa. Abul Abbas membunuh Sulaiman bin Hisyam bin Abdul Malik dengan tangannya sendiri, dengan cara menariknya keluar dari meja makan. Ini juga dilakukan terhadap 90 orang Bani Umayyah lainnya: dijamu makan, lantas dibantai habis. Bahkan tubuh mereka yang masih menggelepar ditutup dengan permadani, dan as-Saffah dan keluarganya melanjutkan makan malam di atas permadani. Begitu Ibn al-Atsir dalam al-Kamil fit Tarikh menceritakan kekejian ini.

12. Pada masa Abbasiyah pula telah terjadi perang saudara. Periode pertempuran antara kedua putra Harun ar-Rasyid di masa Dinasti Abbasiyah, antara al-Amin dan al-Ma'mun, disebut-sebut sebagai fitnah keempat. Peperangan ini berlangsung pada tahun 811 – 813 Masehi.

13. Perang saudara juga terjadi pada periode berikutnya yaitu selama setahun antara al-Mu'tazz dengan pamannya, Khalifah al-Musta'in, membawa al-Mu'tazz ke tahta kekuasaan. Musta'in yang dipaksa mengundurkan diri, tidak lama kemudian kepalanya pun dipenggal. Khalifah ketiga belas Abbasiyah Al-Mu'tazz naik berkuasa dengan lumuran darah.

Daftar ini masih panjang. Khilafah yang diklaim sebagai satu-satunya solusi umat ternyata membawa perang saudara sesama umat Islam seperti tercatat dalam literatur klasik semisal Tarikh Thabari dan Tarikh Khulafa Imam Suyuthi.

Tapi bukankah sejarah demokrasi juga berdarah-darah? Benar, tapi mereka tidak membunuh atas nama al-Qur'an dan Hadits. Ekspektasi kita adalah kalau khilafah diklaim sebagai inti ajaran Islam maka hasilnya harus lebih baik dari sejarah demokrasi yang berdarah-darah itu. Ternyata justru sama saja.

Nah, perbedaannya, sistem demokrasi terus memperbaiki diri. Kekuasaan dibatasi, rule of law ditegakkan dan hak asasi warga negara diberi jaminan.

Pendukung khilafah jaman 'now' akan sulit memperbaiki sistem khilafah yg telah melahirkan perang saudara itu. Kenapa? Karena khilafah sudah terlanjur dianggap sempurna dan bagian dari ajaran Islam. Gimana mau dikotak-katik.

Maka berhentilah menganggap khilafah sebagai bagian dari inti ajaran Islam. Khilafah bukan satu-satunya solusi untuk masalah umat. Khilafah hanya ijtihad masa lalu yang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang dan telah digantikan oleh negara-bangsa (nation-state), yang juga merupakan hasil ijtihad Ulama'. Hargailah ijtihad Ulama' kita dimasa kemerdekaan, NKRI dan Pancasila adalah produk ijtihadnya.

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...