Langsung ke konten utama

Stop Berbuat Kerusakan




Oleh: Agoes Ali Masyhuri

JIKA kita mengubah diri kita, realitas kita akan berubah. Perubahan seseorang tidak ditentukan realitasnya, melainkan oleh makna yang ia ciptakan dari realitas itu. Banyak orang mengeluhkan pekerjaan, tapi tidak pernah melakukan perubahan untuk mengubah hasil yang didapatkan. Banyak orang mengeluhkan kondisi keuangan, tapi tidak mengubah pola hidup dan tidak mau memperbaiki keterampilan guna mendapatkan penghasilan.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa di antara kalian yang berada di pagi hari sehat jiwanya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, seakan ia telah diberi dunia seisinya." (HR Tirmidzi)

Mari kita berpikir dengan cerdas dan tulus, orang yang mempunyai kekayaan melimpah, jabatan tinggi, mobil mewah, toh ia akan tidur di satu ranjang dan hanya makan paling banyak tiga kali sehari.

Mari kita bandingkan, apa bedanya ia dengan kuli bangunan, dengan pencari rumput di sawah? Bisa jadi kuli bangunan dan pencari rumput di sawah lebih nyenyak tidurnya dan bisa menikmati makanan daripada para konglomerat, para pejabat tinggi yang memiliki kekayaan berlimpah.

Kini manusia semakin angkuh dengan dirinya. Tidak ada orang lain yang mereka kenal. Rasa kasih sayang memudar. Cinta empati terkikis. Muru'ah semakin punah. Kepedulian sirna. Kejujuran tiada. Keharmonisan hubungan antar sesama punah. Spirit hidup senasib sepenanggungan tergantikan ego dan ambisi saling mencelakakan. Hampir tidak tersisa lagi sikap simpatik, toleransi, dan empati antar sesama dalam kehidupan nyata.

Allah SWT telah berfirman, "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS Ar Rum:41)

Dalam ayat itu telah ditegaskan bahwa telah terjadi al fasad di daratan dan di lautan. Al fasad adalah segala bentuk pelanggaran atas sistem atau hukum yang dibuat Allah, yang diterjemahkan dengan "perusakan". Perusakan itu bisa berupa pencemaran alam sehingga tidak layak lagi dihuni atau bahkan penghancuran alam sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan. Di daratan, misalnya, hancurnya flora dan fauna dan di laut seperti rusaknya biota laut (semua makhluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan atau karang).

Juga termasuk al fasad adalah perampokan, pembunuhan, narkoba, miras, prostitusi, dan sebagainya. Perusakan itu terjadi karena perilaku manusia. Misalnya, eksploitasi (pemanfaatan untuk keuntungan sendiri) alam yang berlebihan, peperangan, percobaan senjata, dan lain-lain. Itu tidak mungkin dilakukan orang yang beriman dengan keimanan yang sesungguhnya karena tahu bahwa semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkan nanti di depan Allah.

Tegasnya, manusia sebagai khalifah di bumi selain memperoleh hak untuk menggunakan apa yang ada di bumi, juga memikul tanggung jawab yang berat dalam mengelolanya. Dari sini terlihat pandangan Islam bahwa bumi memang diperuntukkan manusia. Dengan demikian, manusia tidak boleh memperlakukan bumi seenaknya sendiri. Hal tersebut ditunjukkan oleh kata-kata bumi yang disebut 453 kali dalam Alquran. Sedangkan kata langit 320 kali. Itu mengandung pelajaran tentang kebaikan dan kesucian bumi. Debu dapat menggantikan air dalam bersuci.

Allah SWT berfirman, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al Qashash:77)

Dengan ayat itu, kita dapat mengambil pelajaran, ada empat nasihat untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia akhirat.

Pertama, siapa saja yang dianugerahi Allah kekayaan, harta, dan nikmat yang banyak hendaknya memanfaatkannya di jalan Allah. Patuh dan taat kepada perintah-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan akhirat.

Kedua, setiap orang dipersilakan untuk tidak meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman, pakaian, maupun kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan Allah.

Ketiga, setiap orang harus berbuat baik sebagaimana Allah berbuat baik kepadanya. Misalnya, membantu orang-orang yang membutuhkan, menyambung tali silaturrahim, membantu orang yang terpinggirkan dan dililit kemiskinan, dan lain sebagainya.

Keempat, setiap orang dilarang berbuat kerusakan di atas bumi dan berbuat jahat kepada sesama makhluk karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Dzun Nun Al Mishri berkata, "Kerusakan memasuki diri manusia karena enam hal. (1) Mereka memiliki niat yang lemah dalam melakukan amal untuk akhirat, (2) Tubuh mereka diperbudak hawa nafsu, (3) Mereka selalu mengharapkan perolehan duniawi, bahkan menjelang ajal, (4) Lebih suka menyenangkan makhluk, bukan ridha Sang Pencipta, (5) Mereka menuruti hawa nafsu dan tidak menaruh perhatian kepada sunah nabi, (6) Mereka membela diri menutupi kesalahannya dan mengubur prestasi para pendahulunya.

Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi kenikmatan, bukan jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu. Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Curahkanlah nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu. Hindarkanlah kami dari kealpaan orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu. Bimbinglah kami untuk membagikan anugerah-Mu untuk hamba-hamba-Mu. Berilah kami keteguhan hati dan kesabaran. Bangunkanlah kami di tengah keheningan malam. Gerakkan bibir-bibir kami untuk menyebut nama-nama-Mu yang suci. Basahkan sajadah kami dengan air mata kekhusyukan ketika kami merintih di hadapan Rahman Rahim-Mu. Jadikan saat-saat seperti itu sebagai saat yang paling menenteramkan hati kami. Ya Allah, tunjukkan kepada kami jalan yang benar itu benar dan beri kami kemampuan untuk mengikutinya serta tunjukkan kepada kami jalan yang sesat itu sesat dan beri kami kemampuan untuk menjauhinya. (FM)

JAWA POS, 16 Mei 2015

Agoes Ali Masyhuri, Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Jatim

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...