Langsung ke konten utama

KH Sahal Mahfudz, Ulama yang Peduli Kesehatan Ibu dan Anak

KH Sahal Mahfudz
Oleh: Khofifah Indar Parawansa

Inna lillahi wainna ilaihi rojun. Salah satu putra terbaik NU, KH Ahmad Sahal Mahfudz, wafat pada 24 Januari 2014. Kabar berpulangnya kiai kharismatik yang santun tersebut hingga kini masih menyisakan duka mendalam, terutama bagi nahdliyin.

Selain menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Sahal juga rais aam Pengurus Besar NU sejak 1999. Pengasuh pondok pesantren Al- Hikam Maslakul Huda, Kajen, Pati, itu hingga ajal menjemput masih menjabat sebagai pemimpin tertinggi di NU itu. Selama menjabat sebagai rais aam, saya juga kerap datang ke Pati, Jawa Tengah, untuk melaporkan setiap program kerja Muslimat NU. Dari situlah, saya tahu banyak tentang pemikiran Kiai Sahal. Selama pertemuan itu, saya terlibat diskusi panjang hingga berjam-jam dengan Kiai Sahal.


Mungkin tak banyak yang tahu, Kiai Sahal mengawali pengabdiannya di Pengurus Besar NU melalui Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK NU). Sebuah lembaga di NU yang pada 1970-an cukup intens menggarap layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk KB. Padahal, saat itu sangat banyak kiai NU yang mengharamkan Keluarga Berencana (KB). Dengan keikhlasan hatinya, Kiai Sahal keliling daerah se-Indonesia untuk mengajak dan mendorong masyarakat memperhatikan kesehatan ibu dan anak, termasuk soal program KB.


Kampanye itu memang lazimnya dilakukan aktivis LSM. Tetapi, peraih gelar Doctor Honoris Causa bidang fikih sosial dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta itu mantap masuk wilayah itu. Aktivitas itu dilakukan Kiai Sahal lantaran kepeduliannya yang sangat kuat terhadap kesehatan ibu dan anak (KIA), termasuk untuk mengurangi kematian ibu dan anak. Tugas mulia Kiai Sahal itu harus dilanjutkan generasi NU saat ini. Apalagi kini capaian MDG’s ternyata meleset jauh dari target. Ini bukan pekerjaan yang mudah.


Karena kuatnya komitmen Kiai Sahal dalam layanan kesehatan ibu dan anak, Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) yang bergerak dalam bidang kesehatan mendirikan Rumah Sakit Islam (RSI) di Pati. Rumah sakit yang akrab disebut RSI Pati itu kini telah berkembang cukup membanggakan. Lokasi RSI Pati berada didepanmasukPesantren Al-Hikam Maslakul Huda yang dipimpin Kiai Sahal. Di situ juga berdiri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) agar masyarakat sekitar pesantren tidak terjerat rentenir.


Semua tidak lepas dari kontribusi Kiai Sahal. Ada tiga kiai yang kerap didatangi Muslimat NU terkait program kerja yang sedang dijalankan yaitu Kiai Sahal Mahfudz, Kiai Dimyati Rois Kaliwungu Kendal, dan Kiai Muchith Muzadi. Saat bertemu tiga kiai tersebut, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 2-3 jam. Khusus kepada Kiai Sahal, saya sowan lebih sering atas nama ketua umum Muslimat NU. Kiai Sahal yang belakangan kurang sehat menerima kedatangan saya dengan senang hati.


Kiai Sahal sangat betah mendengarkan setiap uraian program Muslimat. Kiai Sahal bahkan biasanya sangat antusias mendengar cerita program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mulai dari program life skill, koperasi Muslimat, program pembibitan dan penanaman pohon, program ekonomi pesisir, dan program-program lain. Ketika beberapa teman yang saya ajak sowan sudah tampak mulai jenuh, Kiai Sahal tetap sangat saja antusias mendengarkan.


Dalam setiap pertemuan, Kiai Sahal selalu dawuh (meminta) agar program-program tersebut terus dilanjutkan dan dikembangkan. Pada 2003, ketika hendak digelar pemilihan Dewan Perwakilan Daerah berdasarkan amendemen UUD 1945, saya mengajak rombongan PP Muslimat sowanKiai Sahal. Saat itu agenda utamanya memohon restu agar Ibu Nyai Nafisah Sahal diizinkan untuk dicalonkan sebagai anggota DPD mewakili Jawa Tengah.


Ternyata Kiai Sahal memberikan kesempatan kepada Ibu Nyai Nafisah yang saat itu menjabat sebagai ketua PW Muslimat Jawa Tengah untuk dicalonkan sebagai anggota DPD. Namun, Kiai Sahal memberi catatan. Jika melakukan kunjungan kerja, harus ada orang yang mendampinginya. Akhirnya Ibu Nyai Nafisah mendapatkan suara lebih dari 1.800.000. Perolehan suara itu yang tertinggi pada Pileg DPD 2004.


Selama memimpin NU, Kiai Sahal satu di antara sedikit kiai NU yang sangat tertib menyampaikan pidato dan ceramahnya dalam keadaan terkonsep dan terketik. Umumnya, kiai NU memang berpidato tanpa naskah. Tapi, tidak dengan Kiai Sahal. Beliau disiplin menyampaikan pikiran-pikiran genuinenya melalui naskah. Dengan demikian, di mana pun Kiai Sahal ceramah, panitia dapat menggandakan isi pidatonya. Masyarakat yang hadir pun dapat membaca naskah yang disampaikannya dan dibawa pulang.


Sebagai pemimpin NU, Kiai Sahal sangat menaruh perhatian terhadap masalah korupsi yang membuat bangsa Indonesia terpuruk. Menurutnya, moralitas para elite politik telah rusak karena korupsi yang terjadi di semua lini kehidupan berbangsa. Korupsi yang merupakan pelanggaran nilai-nilai agama, kata Kiai Sahal, tidak boleh dianggap sebagai kewajaran. Sebagai negarawan, konsep pemikiran Kiai Sahal sangat jelas. Keislaman dan keindonesiaan merupakan dua hal yang tak terpisahkan satu sama lain. Begitu pula ke-NU-an merupakan bagian tak terpisahkan dari keislaman dan keindonesiaan.


Jika Indonesia dalam bahaya, NU juga ikut terancam. Sebaliknya, apabila Indonesia aman dan tenteram, NU juga merasa aman dan tenteram. Sejak zaman perjuangan, kata Kiai Sahal, bersama elemen bangsa yang lain, NU turut aktif memperjuangkan kemerdekaan, bahkan ikut merumuskan Pancasila dan UUD 1945. Demikian pula saat peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru, NU juga tampil di depan.


Begitu pula, saat peralihan dari Orde Baru ke Era Reformasi, NU juga mengambil langkah-langkah penting yang ikut menentukan perjalanan bangsa. Dalam pandangan Kiai Sahal, reformasi yang dimulai dengan amendemen UUD 1945 itu telah terbukti membawa kemajuan yang berarti. Kehidupan bangsa semakin demokratis. Berbagai tindakan represi semakin berkurang. Kebebasan berorganisasi, menyalurkan aspirasi politik, mengembangkan pendidikan, dan dakwah, semakin dirasakan rakyat.


Tetapi, semua pihak tak boleh menutup mata terhadap kenyataan-kenyataan yang memprihatinkan sebagai akibat buruk dari reformasi. Ketika amendemen UUD 1945 dilakukan dengan tergesa-gesa dan kurang cermat akibatnya antara lain lahir aturan perundang- undangan yang merugikan rakyat, bangsa, dan negara. Kiai Sahal juga sempat mengingatkan negeri-negeri Islam di kawasan Arab yang sedang bergolak. Beberapa negara itu diguncang aksi demonstrasi, revolusi, pemberontakan, bahkan perpecahan.


Atas nama demokrasi, ada pihak yang melakukan intervensi maupun agresi, ataupun mengundang keterlibatan pihak luar negeri. Demokrasi, menurut Kiai Sahal, masih satu-satunya sistem yang paling logis untuk mengelola negara. Tetapi, demokrasi harus digunakan dengan nilai-nilai luhur. Bukan prosedural yang menegasikan substansi. Tidak boleh pula dimaknai secara salah sebagai kebebasan tanpa batas.


Demokrasi, bagi Kiai Sahal, adalah alat. Bukan tujuan. Negeri Islam dan umat muslim boleh dan baik menerapkan demokrasi. Namun, harus dengan nilai-nilai luhur yang mengedepankan akhlak. Bukan prosedural kenegaraan. Kini Kiai Sahal telah tiada. Bangsa Indonesia dan NU kehilangan pemimpin besarnya. Adalah tugas generasi muda NU meneruskan perjuangannya! Selamat jalan Kiai Sahal. [FM]


Sumber : KORAN SINDO, 28 Januari 2014


Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Diam

Listen on Suno Listen on Suno Listen on Suno Listen on Suno Diam tak bersuara diam tak berbicara diam tak kemana-mana diam penuh makna diam penuh kekuatan diam penuh jawaban. Diam itu ibadah tanpa bersusah payah diam itu hiasan diri tanpa perhiasan diam itu wibawa tanpa kekuasaan diam itu benteng tanpa dinding diam itu tak perlu minta maaf  pada orang lain. Diam itu penutup keburukan diri  dari sisa-sisa kejahiliahan diri diam sambil berfikir diam sambil berdzikir. Diam itu ketenangan diam itu kedamaian diam itu kebahagiaan diam itu muhasabah diam itu istirahat diam itu jauh dari perlawanan diam itu jauh dari dendam diam itu guru yang baik. Diam di saat orang banyak bicara banyak orang kehilangan sifat ini diam itu indah.. Diam tak bersuara diam tak berbicara diam tak kemana-mana diam penuh makna diam penuh kekuatan diam penuh jawaban. Diam itu ibadah tanpa bersusah payah diam itu hiasan diri tanpa perhiasan diam itu wibawa tanpa kekuasaan diam itu benteng tanpa dinding diam i...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Negeri Konoha

Listen on Suno Listen on Suno Aku berdiri di persimpangan ini, menanti redanya gerimis di ujung senja ini, jaket lusuh basah kuyup, membalut tubuh kurus menggigil kedinginan. Duh, betapa malangnya diri ini, di negeri apakah ini, Negeri Konoha-kah ? Ku jemput saja hujan yang semakin deras ini, biarlah.....,  hanya sebentar menelusuri jalanan  yang mulai terendam banjir, di ujung gang  telah berdiri orang-orang menanti, orang-orang Konoha yang serindu senasib. Konoha, mengapa kau ini, tak kau bebaskan aku untuk berlalu pergi,  mencari jalanan sendiri, aku telah lelah, hampir menyerah kalah, aku telah perih, hampir tak tertahankan lagi. Konoha..  inilah negeri, Penuh segudang cerita Banyak yang lapar dan mati di negeri yang kaya raya 

Karena Kau Adalah Kekuatanku

Muhammad Saroji - File Pribadi Listen on Suno Listen on Suno Hari menjelang senja ketika kaki ini melangkah perlahan, menelusuri jalan setapak, menuruni tebing di antara bukit terjal. Kabut dingin, hampir membuat diri ini berputus asa. menitik embun tipis di pelupuk mata, bercerita tentang kerinduan, tentang syahdu sedu sedan, betapa tangis ini berjelaga mendamba kasih sebening telaga, entah ratapan ini hendaklah tersampaikan pada ujung kesunyian di pekatnya malam. Padamu wahai jiwa yang pernah membuatku bahagia, padamu wahai sukma yang pernah membuatku tertawa riang, ketika senandungmu berbalut petikan harpa tua, kaulah cintaku, karena kaulah kekuatanku kaulah Maharaniku karena kaulah sandaranku. Tapi malam telah berganti fajar, ketika lantunan ayat suci bergema berkumandang, ketika kaki ini menyentuh bibir lautan, ku sesali mengapa daya begitu lemah begitu letih mengarung angkasa kehidupan. Andai camar tua tak memberi kabar tentang lelaki perkasa pengarung samudra, tentu kan ku bi...

Aplikasi Buku Kas Versi v9.0

📊 Laporan Kas - Multi Unit (v9.0 Stable) 📊 Laporan Kas - Multi Unit v9.0 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Kaulah Matahariku

Listen on Suno Lelah ku bersimpuh, Tertunduk lesu di balik tirai yang kelabu, Angin berisik hampir merusak jantungku, Lelah ku menunggu secarik kertas darimu, Kertas penuh untaian doa dan senandung rindu. Kaulah matahariku, Mata hatiku yang diam penuh cemburu, Kaulah kata hatiku, Mata hati cinta yang tak pernah bersatu. Mekarlah bunga sekuntum, Anak kecil berlarian mengejar kupu-kupu, Mengapa baru kali ini ku tau, Kaulah matahariku, Mata hati cinta yang penuh rindu. Muhammad Saroji - Dawuan - Karawang, 02-08-2018 (  kapurinjing.org  )

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 113

وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ ۝١١٣ wa laqad jâ'ahum rasûlum min-hum fa kadzdzabûhu fa akhadzahumul-‘adzâbu wa hum dhâlimûn Artinya : Sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya. Oleh karena itu, mereka ditimpa azab dan mereka itulah orang-orang zalim. Dan Allah tidak menimpakan azab itu secara tiba-tiba tanpa memberi peringatan sebelumnya. Allah menegaskan, “Sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul yang berasal dari kalangan mereka sendiri untuk mengingatkan mereka. Mereka mengenalnya dengan baik; bagaimana asal-usulnya dan kepribadiannya yang mulia, tetapi mereka mendustakan, mengingkari, dan menolak peringatan yang disampaikan-nya sebagaimana kalian, wahai kaum musyrik Mekah, melakukan hal yang sama. Karena kedurhakaan itu mereka ditimpa azab, dan mereka adalah orang yang zalim kepada diri mereka sendiri. Di antara perbuatan mereka yang menu...