Langsung ke konten utama

Hubungan Kebatinan Muhammadiyah Dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat


Forum Muslim - Masjid Kauman Jogja megah berdiri. Kokoh diantara luasnya alun-alun, deretan pohon beringin tumbuh angker, setia menjaga marwah ka-Sultanan. Sebuah monumen yang mengisahkan pertautan jiwa dan pikiran antara Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dengan Kyai Haji Ahmad Dahlan saat itu.

Betapapun Kyai Dahlan berusaha mewarisi para pendahulunya untuk tetap beriringan bersama Sri Sultan sebagai Sayyidin Panoto Gomo, menegakkan tiang agama ber-Amr Ma'ruf dan Nahy Munkar. Bukan mengambil posisi saling berhadapan.

Pun dengan kakek buyutnya, Kyai Wiryokusumo bersama Sri Sultan Hamengkubuwana I sebagai pendiri dan penggagas masjid Kauman Jogja yakin bahwa menegakkan syariat agama tak bisa dilakukan sendirian. Keduanya bahu membahu meletakkan dasar-dasar keagamaan. Islam menjadi tegak berdiri, kokoh dan kuat karena ulama dan umara berdiri dalam satu shaf.

Bukan seperti saat sekarang, ulama dan umara saling merendahkan dan mencela akibatnya perpecahan ada dimana-mana. Jangan salahkan bila penguasa membiarkan pintunya terbuka berteman dengan berandal dan kecu karena ulama pergi menjauh. Bahkan tak jarang bermusuhan dengan alasan nahy munkar.

Para wali menutup rapat pintu dan jendela penguasa dengan doa dan dzikir. Menugaskan para santrinya menjaga halaman para penguasa agar tak dimasuki para berandal dan pencoleng. Termasuk membangun masjid di alun-alun keraton sebagai simbol kekuasaan agama atas umara.

*^*
Muhammad Darwisy, pemuda cerdas, pemberani dan pintar telah memikat hati Sri Sultan. Lahir diantara puluhan tokoh dan ulama dengan pemahaman tua yang merapuh. Darwisy menjanjikan banyak harapan juga cita-cita kaum muda. Sinuhun bersetuju dengan semua pikiran dan gagasan Darwisy.

Darwisy adalah tipikal pemuda cepat belajar, tumbuh pesat dengan pengetahuan luas melampaui zamannya. Tak heran banyak gagasan dan pikirannya melawan kemapanan.

Tidak sedikit ulama tertarik dengan gaya dan pikiran progresif-nya. Sri Sultan pun terpikat, meski kemudian 'memaksanya tetirah' dengan menunaikan ibadah haji untuk menghindari polemik kaum tua dan kaum muda. Cara cerdas mengatasi masalah.

*^*
Muhammadiyah lahir dari rahim keraton Ngayogjokarto Hadiningrat, dari pergumulan pusat pemikiran, adat dan tradisi kekuasaan Jawa, dari sinilah Muhammadiyah lahir dan dibesarkan. Kyai Dahlan, cicit Syaikh Maulana Malik Ibrahim dan keluarga Katib dan Imam besar masjid Kauman Jogja mengawali pergerakan. Langgar Kidoel masih megah berdiri, kokoh sebagai saksi.

Saatnya merajut kembali, menyatukan kembali, mentautkan kembali pikiran gagasan yang dulu tepatnya 100 tahun yang lalu pernah lekat bertaut. Saling menopang dan mendukung laksana dua mata pedang. Semangat kebangsaan yang sama, ghirah yang sama antara keraton Ngayogjokarto Hadiningrat dan gagasan pembaharuan Kyai Besar Ahmad Dahlan.

Roh keraton dalam jiwa pergerakan Muhammadiyah layak kembali ditumbuhkan. Sebuah esensi pergerakan yang menurut saya sempat menyusut beberapa saat. Sejenak kita pernah melupakan keraton. Kita berpaling ke lain hati. Bagaimanapun Sri Sultan Hamengkubuwana entah siapapun orangnya yang jumeneng adalah bapaknya Muhammadiyah bukan Presiden atau semacamnya.

*^*
Muktamar MUHAMADIYAH mestinya sekali-sekali di buka dan ditutup oleh sinuhun Sri Sultan simbol kekuasaan Islam di Jawa. Syukur bisa dilaksanakan di 'ndalem keraton'.

Sebuah episentrum pusat kekuasaan dan tradisi Jawa yang sempat kita lupakan. Kita sibuk dengan urusan 'Jakarta'. Kita lupa bahwa Muhammadiyah lahir di Jogja, besar juga di jogja dan membawa ruh dan karakter Jogja.

Sungkem-an rombongan Ketua PP Muhamadiyah kepada 'panjenengan dalem si nuhun' Sri Sultan Hamengkubuwana X adalah saat yang sangat tepat. Muhammadiyah kembali ke rumahnya. Tidak ada kata terlambat, kita terus bergerak. Mencari keseimbangan di saat negara oleng dan merapuh.

Persyarikatan ini selalu diberkati, demikian kata peneliti senior dari Amerika Carl Whiterington tiga puluh tahun silam. Selalu bertindak benar di saat yang tepat. Sungkeman yang pas untuk situasi saat ini. Menjadi guru bangsa. Menjaga kebesaran dan marwah Persyarikatan. Selamat MILAD ..... Rahayu Rahayu Rahayu

Batu, 18 Nopember 2017

Komunitas Padhang Makhsyar

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...