Langsung ke konten utama

Dusta dan Ketentuannya

Ilustrasi Dusta
Ilustrasi Dusta - File hidayatullah.com


Massa memiliki kecenderungan perilaku primitif. Tentu saja benar. Tetapi tentu juga keliru. Bagaimana benarnya? Begini. Massa itu senang main keroyok dan main bakar. Disebut “keroyok” tentu karena mereka itu sudah merupakan massa. Kalau sendirian, lain lagi sebutannya.


Massa senang bakar. Ini benar. Mereka membakar bukan rokok atau sampah karena tindakan ini ada larangannya baik oleh pemerintah, aktivis antirokok, maupun aktivis lingkungan hidup lewat sosialisasi yang getol.


Tidak tanggung-tanggung, massa membakar manusia; anak dari jenis mereka sendiri. Alasannya tentu macam-macam. Manusia yang dibakar bisa jadi melakukan kesalahan fatal seperti meruntuhkan rumah tangga orang, menipu hingga membuat orang rugi besar, atau sekadar mencopet dompet berisi pecahan dua puluh ribu beberapa lembar semata.


Bahkan massa kadang membakar anak manusia lantaran beda kepentingan politik, dendam persaingan usaha, atau karena hanya melihat orang berkerumun tengah membakar segala apa termasuk manusia karena persaingan kelas. Anehnya massa juga pernah membakar manusia hanya karena korban bermata sipit.


Dalam keadaan masyarakat telah menjadi massa, umat Islam diwajibkan menyelamatkan jiwa pencopet, penipu, atau korban yang tidak tahu-menahu. Maksudnya, mereka yang menjadi sasaran massa mesti diselamatkan terlebih dahulu untuk selanjutnya diproses secara hukum bagi yang salah.


Untuk penyelamatan dalam kondisi darurat seperti ini, umat Islam berkewajiban untuk itu kalau perlu berbohong atau bersumpah. Ini dikatakan jelas oleh Imam Ghazali yang dikutip Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar.


“Kata Imam Ghazali, ‘Ucapan merupakan perantara bagi sejumlah maksud hati. Ketika maksud terpuji (secara syari‘at) yang dapat dicapai dengan kejujuran dan kebohongan, tentu kebohongan yang ditempuh hukumnya haram karena tidak ada hajat untuk melakukan kebohongan. Namun ketika tujuan terpuji tidak bisa dicapai dengan kejujuran, maka hukum kebohongan yang ditempuh sesuai dengan tujuannya. Kalau tujuan mulia itu hukumnya mubah, maka kebohongan untuk itu juga mubah. Dan wajib bohong jika tujuan mulia itu wajib (secara syari‘at)’,” kutip Imam Nawawi.


Ketentuan ini berlaku bagi mereka yang ada di luar pengadilan. Sedangkan kejujuran menjadi wajib hukumnya bagi siapa saja ketika berada di tengah pengadilan atau proses hukum demi keadilan. Apapun risikonya.


Ketentuan di atas tidak hanya berlaku untuk mencegah massa saja. umat Islam juga wajib menyelamatkan nyawa dan harta seseorang dari tuntutan seorang warga atau penguasa yang sedang kalap. Keterangan ini merupakan lanjutan uraian Imam Nawawi dalam kitab dan bab yang sama.


Kalau menghadapi orang kalap, jangan ragu membuang kejujuran. Karena, keselamatan nyawa dan harta seseorang bukan barang murah.


Bagaimana kelirunya? Orang-orang berkumpul menjadi massa untuk melakukan sembahyang jamaah, sembahyang Juma‘at, istighotsah, tahlilan, olahraga, sekolah, berangkat ngantor atau segala bentuk yang positif. [NU Online]

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...