Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

Korupsi dan Kosongnya Spiritualitas

Ilustrasi Koruptor
Ilustrasi koruptor - File http://liputanrakyat.com

Oleh: Wasid Mansyur*

 

Mereka yang memiliki spiritual unggul atau sejati, memastikan Allah swt. sebagai sentrum bagi semua energi kehidupannya. Selain Dia, pada hakekatnya tiada sebab adanya selain Dia selalu dibatasi ruang dan waktu. Maka, pengaguman berlebihan atas mawjud selain Allah berdampak pada sikap mengabaikan hakekat-Nya, jika tidak mengatakan lalai, bahkan tidak jarang sikap itu berpengaruh pada mentalitas nilai yang diperebutkan.

 

Statemen di atas adalah salah satu pernik dari orasi ilmiah bertajuk Studium General dengan Tema “Tasawuf; Spiritualitas dan manusia Universal” yang disampaikan oleh KH. DR. Said Aqil Siraj, MA di Audutorium UIN Sunan Ampel Surabaya (7/11). Statemen ini syarat makna hingga layak direfleksikan kembali kaitannya dengan konteks kehidupan yang nyata sebab hidup ini pasti ada ujungnya (berakhir dengan kematian), tinggal bagaimana kepastian sampai keujung itu dengan selamat atau dalam bahasa agama disebut khusnul khotimah.

 

Oleh karenanya, masih maraknya praktik korupsi dan tindakan kekerasan atas nama apapun yang dilakukan oleh individu atau kelompok setidaknya menggambarkan rapuhnya mentalitas spiritual anak bangsa. Tertangkapnya Akil Mochtar, ketua MK, semakin menunjukkan bahwa gelombang korupsi mampu menyapu semua orang, bahkan penegak hukum sekalipun. Ketika hukum tidak diindahkan akibat ulah segelintir orang, maka tidak sedikit orang beranggapan bahwa jalan pintas adalah hal terbaik sekalipun akhirnya melakukan pembunuhan.

 

Maka menegaskan kembali orientasi nilai seseorang untuk hidup penting untuk terus didiskusikan, alih-alih di zaman dimana rasionalitas dipandang sebagai “jenderal” bagi penentu kebenaran. Budaya rasionalitas sebagai potret manusia modern nampaknya telah mulai digugat –termasuk dikalangan Barat—sebab ternyata ini adalah sumber bencana bagi munculnya individu-individu kanibalistik yang tidak menghormati sendi-sendi kemanusiaan demi sekedar memperebutkan kepentingan sesaat dan jangka pendek, lagi-lagi itungannya hanya sisi rasional-materialistik.

 

Ada persoalan persepsi yang kurang tepat, jika tidak mengatakan salah, dalam memaknai hidup. Jika memang persepsi hidup ini hanya untuk makan, bukan makan untuk hidup, maka adalah niscaya bila kemudian model orang seperti ini akan mengumbar syahwatnya dengan mencari kekayaan sebanyak mungkin agar syahwat perut terpenuhi. Padahal, mengutip al-Ghazali dalam bukunya Ihya’ Ulum al-Din, perut adalah sumber bencana dan syahwat. Jika syahwat perut tidak dikendalikan akan berdampak pada munculnya syahwat-syahwat lainnya bahkan akan mematikan pertumbuhan spiritualitas seseorang.

 

Manusia Luhur

 

Maka dengan itu, manusia tidak cukup hanya mengandalkan rasionalitas dengan kebanggaannya menggunakan standar ilmiah dalam menilai sesuatu, manusia perlu spiritualitas untuk dijadikan “panglima” yang mendasari setiap ranah perjalanan hidupnya. Spiritualitas dengan makna yang lebih membumi dimaksudkan bukan mereka yang hanya taat mengerjakan rutinitas peribadatan secara syar’i, tapi lebih dari itu menjadikan orientasi nilai hidup mengarah pada satu titik- bukan yang lain, yakni pada dzat yang mutlak tanpa dibatasi oleh relativitas ruang dan waktu.

 

Dengan cara itu cita-cita manusia luhur sedikit demi sedikit akan tercapai. Manusia yang luhur tidak terjebak pada formalitas semata, tapi lebih dari itu selalu tergugah untuk memahami secara utuh –dan mengamalkan—makna dibalik formalitas tersebut. misalnya, ajaran tentang sholat bukan saja persoalan ruku’ sujud dan lain-lain, tapi adalah proses ketertundukan manusia secara total di hadapan sang Pencipta. Kalau persoalan sholat hanya sebatas formalitas, anak kecil pun bila melakukannya.

 

Atas dasar pemahaman ini, maka demi dan atas nama kebenaran, seseorang tidak mudah ditundukkan, alih-alih disuap. Tindakan korupsi menggambarkan pelakunya ditundukkan oleh hawa nafsu, setidaknya ia ingin menegaskan eksistensi dirinya agar diakui orang lain. Dengan korupsi semakin banyak, pelakunya dengan mudah membeli fasilitas mewah dan merasa bangga di hadapan mereka yang tidak punya. Mereka tertawa, tapi rakyat selalu dijadikan tumpal sebab sebagaimana lazim dana-dana yang dikorupsi adalah dana untuk kemaslahatan rakyat kecil.

 

Manusia luhur dan kaya tidak diukur oleh penumpukan kekayaan yang melimpah melainkan sejauh mana kekayaan itu diperoleh dan digunakan sebagai sarana kemaslahatan manusia yang lain. Manusia yang luhur diukur dengan mantap sejauh mana pembumian spiritual diproses secara menyeluruh dalam kehidupan, setidaknya sebagai manifestasi dari pemahaman bahwa cinta kepada Tuhan tidak akan wujud sempurna, bila tidak mencintai yang lain.

 

Akhirnya, selain Allah adalah ciptaan-Nya sekaligus manifestasi dari diri-Nya. Karenanya, yang lain adalah bagian dari kita sehingga tidak boleh mudah menyalahkan dan juga tidak boleh merasa paling benar. Sesuatu yang dianggap jelek hakekatnya baik sebab tidak ada kebaikan tanpa ada bandingannya, yakni kejelekan. Maka manusia tanpa spiritual adalah mereka yang lupa diri, suka mengumbar syahwat dan cenderung merugikan orang banyak, sekalipun mereka aktif beribadah. (FM)

 

* Pengurus Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya, Aktif di PW Lembaga Dakwah NU Jatim


Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

Sistem Informasi Akuntansi BUMDes

Laporan Keuangan BUMDES - Versi Final Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDes Unit Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Operasional 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanj...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

MENGAJARKAN PAMER DAN VIRAL ?

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq   Syaikh Hasan as Sadziliy rahimahullah, seorang ulama pendiri thariqah Asy Syadiliyah yang hidup di abad ketujuh Hijriyah berkata : أعلنوا بطاعتكم إظهاراً لعبوديتكم كما يتظاهر غيرُكم بالمعاصي، وعليكم بالإعلام للناس بما منحكم الله تعالى من العلوم والمعارف. "Umumkan ketaatanmu agar orang-orang tahu akan ibadahmu, sebagaimana orang lain pede mempertunjukkan kemaksiatannya.  Viralkan kepada banyak orang akan ilmu dan pengetahuan yang telah Allah ta'ala anugerahkan kepadamu." [1] Penjelasan : Nasehat beliau dan juga ulama manapun harus disikapi dengan dua cara : Pertama adalah dengan didudukkan sesuai konteksnya. Perkataan sebaik apapun bila tidak dipahami dengan baik akan menjadi rusak.  Jangan sampai ketika kita membahas bab memaafkan, yang dibawa dalil-dalil tentang hukum dan keadilan. Dan saat kita bicara hukum dan keadilan, kita seret ke dalil tentang bab memaafkan. Akhirnya rancu. Dan yang kedua, perkataan siapapun harus diselara...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas

Laporan Keuangan - FIFO HPP + Arus Kas (Responsive) Laporan Keuangan Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 📋 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan / Direktur Bidang Usaha / Unit Periode Laporan Pilih Bulan Awal Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember s/d Pilih Bulan Akhir ...