Langsung ke konten utama

Masuk Islam Berkat Memuliakan Hari Asyura'





وَحكَى الْيَافِعِيُّ أَنَّهُ كَانَ فِي الرَّيِّ قاضٍ غَنِيٍّ، فَجَاءَهُ فَقِيْرٌ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ لَهُ: أَعَزَّ اللهُ الْقَاضِيَ أَنَا رَجُلٌ فَقِيْرٌ ذُوْ عِيَالٍ، وَقَدْ جِئْتُكَ مُسْتَشْفِعًا بِحُرْمَةِ هَذَا الْيَوْمِ لِتُعْطِيَنِيْ عَشْرَةَ أَمْنَانِ خُبْزٍ وَخَمْسَةَ أَمْنَانِ لَحْمٍ، وَدِرْهَمَيْنِ، فَوَعَدَهُ الْقَاضِيْ بِذَلِكَ إِلَى وَقْتِ الظُّهْرِ،

Imam Yafi’i menceritakan : Bahwasanya di kota Array (kota kuna terletak di Iran Utara) terdapat Qadhi yang kaya-raya. Suatu hari kebetulan hari Asyura’ datanglah seorang faqir. Berkatalah si miskin tadi, “Semoga Allah memulyakan tuan Qadhi, Wahai tuan Qadhi, saya adalah seorang faqir yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan dari tuan agar tuan memberi saya sepuluh keping roti, lima potong daging dan uang dua dirham”. Sang Qadhi menjanjikan akan memberinya pada waktu Zhuhur.

فَرَجَعَ فَوَعَدَهُ إِلَى الْعَصْرِ، فَلَمَّا جَاءَ وَقْتُ الْعَصْرِ لَمْ يُعْطِهِ شَيْئًا،

Orang faqir itu pun kembali pada waktu Zhuhur kepada sang Qadhi, tapi sang Qadhi menjanjikannya sampai waktu Ashar. Dan ketika datang waktu Ashar, sang Qadhi tidak memberikan apa-apa

فَذَهَبَ الْفَقِيْرُ مُنْكَسِرَ الْقَلْبِ،

Maka pergilah si faqir dengan patah hati

فَمَرَّ بِنَصْرَانِيٍّ جَالِسٍ بَابَ دَارِهِ فَقَالَ لَه: بِحَقِّ هَذَا الْيَوْمِ أَعْطِنِيْ شَيْئًا

Maka si faqir melewati seorang nasrani yang sedang duduk-duduk di hadapan pintu rumahnya. Berkatalah si faqir kepada si nashrani: “ Demi keagungan ini hari, berilah saya sesuatu.”

فَقَال النَّصْرَانِيُّ: وَمَا هَذَا الْيَوْمُ؟

Si Nasrani bertanya, “Hari apakah hari ini?”

فَذَكَرَ لَهُ الْفَقِيْرُ مِنْ صِفَاتِهِ شَيْئًا،

Maka si faqirpun menerangkan sebagian keutamaan-keutamaan hari Asyura’.

فَقَالَ لَهُ النَّصْرَانِيُّ: اُذْكُرْ حَاجَتَكَ فَقَدْ أَقْسَمْتَ بِعَظِيْمِ الْحُرْمَةِ،

Berkata si Nasrani , “Katakan apa hajatmu, karena engkau telah bersumpah dengan agungnya kemuliaan hari Asyura

فَذَكَرَ لَهُ الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ وَالدِّرْهَمَيْنِ،

Maka si faqir menuturkan kepada si nasrani (kebutuhannya, yaitu) sepuluh keping roti, lima potong daging dan uang dua dirham

فَأَعْطَاهُ عَشْرَةَ أَقْفِزَةِ حِنْطَةٍ وَمِائَةً مِنْ لَحْمٍ وَعِشْرِيْنَ دِرْهَمًا وَقَالَ: هَذَا لَكَ وَلِعِيَالِكَ مَا دُمْتُ حَيًّا فِيْ كُلِّ شَهْرٍ، كَرَامَةً لِهَذَا الْيَوْمِ،

Maka si nasranipun memberi si faqir sepuluh qafizah (nama takaran, kurang lebih 12 sha`) gandum, seratus potong daging dan uang dua puluh dirham seraya berkata: “Ini untuk kamu dan keluarga kamu, selagi aku masih hidup (akan aku beri) setiap bulan, karena kemuliaan hari ini.”

فَذَهَبَ الْفَقِيْرُ إِلَى مَنْزِلِهِ،

Dan pulanglah si faqir ke rumahnya :

فَلَمَّا جُنَّ اللَّيْلُ وَنَامَ الْقَاضِيْ سَمِعَ هَاتِفًا يَقُوْلُ: اِرْفَعْ رَأْسَكَ فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَأَبْصَرَ قَصْرًا مَبْنِيًّا بِلَبِنَةٍ مِنْ ذَهَبٍ وَلَبِنَةٍ مِنْ فِضَّةٍ، وَقَصْرًا مِنْ يَاقُوْتَةٍ حَمْرَاءَ يَبِيْنُ ظَاهِرُهُ مِنْ بَاطِنِهِ، فَقَالَ: إِلَهِيْ مَا هَذَانِ الْقَصْرَانِ؟ فَقِيْلَ لَهُ: هَذَانِ كَانَا لَكَ لَوْ قَضَيْتَ حَاجَةَ الْفَقِيْرِ، فَلَمَّا رَدَدْتَهُ صَارَا لِفُلَانٍ اَلنَّصْرَانِيِّ، قَالَ: فَانْتَبَهَ الْقَاضِيْ مَرْعُوْبًا يُنَادِيْ بِالْوَيْلِ وَالثُّبُوْرِ،

Ketika malam tiba dan sang Qadhi tidur dan bermimpi mendengar suara seseorang yang tidak terlihat orangnya, orang itu berkata : “Angkat kepalamu!”. Maka sang qadhipun mengangkat kepalanya, tiba-tiba dia melihat dua buah istana yang dibangun dari batu-bata bersalut emas dan sebuah lagi dibangun dari yaqut merah. Ia bertanya, “Ya Tuhan, apa dua istana ini ?”. Terdengar jawaban, “Keduanya untuk kamu andaikan saja kamu mau memenuhi hajat si faqir. Maka ketika kamu menolak dia, kini istana itu milik seorang Nasrani ”.

فَغَدَا إِلَى النَّصْرَانِيِّ فَقَالَ لَهُ: مَاذَا فَعلتَ الْبَارِحَةَ مِنَ الْخَيْرِ؟

Sang Qadhipun pergi ke rumah si nasrani seraya bertanya kepadanya , “Amal kebaikan apakah gerangan yang kau buat tadi siang ?”

فَقَالَ: وكَيْفَ ذَلِكَ؟

Si nasrani bertanya: “Ada apa gerangan ?”

فَذَكَر

َ لَهُ الرُّؤْيَا ثم قال له: بِعْنِيْ الْجَمِيْلَ الَّذِيْ عَمِلْتَهُ مَعَ الْفَقِيْرِ بِمِائَةِ أَلْفِ دِرْهَمٍ،

Maka sang qadhipun menceritakan mimpinya, kemudian dia berkata kepada si nashrani: ““Juallah amal baik yang engkau perbuat terhadap si faqir kepadaku dengan harga seratus ribu dirham !”

فَقَالَ: أَيُّهَا الْقَاضِيْ كُلُّ مَقْبُوْلٍ غالٍ لَا أَبِيْعُ ذَلِكَ بِمِلْءِ الْأَرْضِ كُلِّهَا أَتَبْخَلُ عَلَيَّ بِالْقَصْرَيْنِ؟

Kata si Nashrani: “ Wahai Qadhi, setiap amal yang diterima adalah mahal, aku tidak akan menjualnya sekalipun dengan harga bumi serta seisinya, apakah kamu kikir (sayang / tidak mau memberikan) kedua istana itu untukku ?”

فَقَالَ: أَنْتَ لَسْتَ بِمُسْلِمٍ،

Sang qadhipun berkata: “Bukankah engkau bukan orang Islam ?”

فَقَطَعَ الزُّنَّارَ وَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَأَنَّ دِيْنَهُ هُوَ الْحَقُّ.

Ketika itu juga orang Nashrani itu memotong ikat pinggangnya, dan mengucapkan dua kalimat syahadat : ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULULLAAH. Dan sesungguhnya agama nabi Muhammad adalah yang benar.

[ Sumber : Kitab Irsyadul Ibad halaman 78 (maktabah syamilah halaman 149) ]. Wallaahu A'lam. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Pendaftaran Dauroh atau Pesantren Kilat 40 Hari di Tarim, DarulMusthafa dan Daruzzahra`

Monggo Sami Ngangsu Ilmu Lan Ngalap barokah Ono Negeri Tarim. Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim, maka mereka akan mengatakan, "Syurga dunia adalah Tarim" (al Imam Ahmad bin Abil Hubb) Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim.(al Imam Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf) Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.(al Imam Alquthub Alhabib Abdullah bin Alwi al Haddad) Di pemakaman Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah qutbh.(al Imamal Alquthub Alhabib Abdurrahman as Segaf), jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam as Segaf, al Aidrus, Imam al Muhdor, Imam al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu, subhanallah, di Zanbal juga terdapat makam makam sahabat Nabi yaitu ahlu badr, Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dar...

Keroncong Nostalgia Pilihan Terbaik | Tembang Kenangan yang Tak Lekang Waktu

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

(  kapurinjing.org  )

Laporan Kas - Multi Unit Lengkap

📊 Laporan Kas - Multi Unit 📊 Laporan Kas - Multi Unit 📁 Unit Usaha: ➕ Tambah ✏️ Rename 🗑 Hapus Instansi / Organisasi Departemen / Divisi Desa Kecamatan Kota / Kabupaten Provinsi Periode Laporan Jenis Laporan 💰 Saldo Awal (Rp): 📅 Filter Bulan: Semua Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember ...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Tafsir Kemenag : Tafsir Al Qur'an Surat An Nahl Ayat 87

وَاَلْقَوْا اِلَى اللّٰهِ يَوْمَىِٕذِ ࣙالسَّلَمَ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ۝٨٧ yauma'idzinis-salama wa dlalla ‘an-hum mâ kânû yaftarûn Artinya : Pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:  وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا م...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...