Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

Reorientasi Dakwah

 


Oleh: Muhammad Zidni Nafi’

 

Forum Muslim -- Dakwah selama ini dipahami terlalu dipersempit. Orientasi dakwah tidak selalu untuk mengajak masyarakat agar disiplin dalam melaksanakan ritual ibadah. Tetapi dakwah juga dapat digerakkan bisa dikembangkan pada bidang-bidang kemasyarakatan, dalam konteks ini dakwah sebagai media untuk memberikan stimulan kepada masyarakat agar tergugah untuk mendidik, membangun, mengembangkan dirinya sehingga dapat memanfaatkan segala potensi dan lingkungan disekitarnya.

 

Muncul pertanyaan, mampukah “dakwah” menjawab problem di atas? Lazimnya, seorang tokoh agama yang sudah mempunyai wibawa sehingga masyarakat bakal meng’iya’kan apapun kata tokoh agama tersebut. Inilah salah satu peluang untuk mengajak masyarakat dengan dakwah-dakwah khusus yang membangunkan mental-mental kemandirian masyarakat.

 

Dakwah dan Orientasi

 

Dakwah dalam pengertian bahasa berarti mengajak, menyeru, memanggil. Berangkat dari pengertian bahasa itu, lalu dihubungkan dengan nash (teks) Al-Qur’an dan hadist yang berkaitan dengan dakwah Islamiah, Syaikh Ali Mahfudh dalam karyanya yang berjudul Hidayah al-Mursyidin menetapkan definisi dakwah sebagai suatu usaha mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk (Allah), menyuruh orang untuk mengajarkan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat (KH. MA. Sahal Mahfudh, 2012: 105).

 

Dari situ dapat dipahami, bahwa dakwah merupakan usaha sadar untuk mengajak orang lain bagaimana untuk meraih tujuan dengan jalan berbuat baik dan meninggalkan keburukan. Melakukan dakwah pada dasarnya adalah memberikan motivasi kepada orang lain yang memerlukan perhatian. Jelas bahwa orientasi dakwah tidak lain adalah untuk tercapainya kesejahteraan dan kebahagiaan dunia hingga akhirat (sa’adatuddarain). Dalam konteks ini, tentu dakwah yang dimaksud bukanlah dakwah yang sifatnya konvensional, namun diarahkan pada dakwah-dakwah pemberdayaan masyarakat.

 

Sayangnya, tidak banyak dari para tokoh agama yang subtansi dakwahnya memotivasi masyarakatnya dalam membangun mental dan menggiatkan usaha untuk tercapainya kemandirian sosial maupun ekonomi. Monoton, normatif bahkan dogmatis yang nampak dalam dakwah yang selama ini kebanyakan dijalankan oleh para tokoh dakwah. Padahal dakwah merupakan media yang bagus, netral dan efektif, karena langsung menyentuh dan sudah melekat dalam ritual keagamaan masyarakat.

 

Masyarakat sebagai sasaran utama dakwah terbawa nuansa-nuansa dakwah yang biasanya terpaku pada dimensi rohaniah. Di samping juga kelemahan masyarakat itu sendiri untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaku dakwah tentu harus tahu persis kebutuhan dakwah yang dibutuhkan oleh suatu kelompok masyarakat. Begitu pula mereka harus menggali potensi-potensi (manusia, alam dan teknologi) yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan kelompok, baik kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, maupun kebutuhan yang mendesak atau mendasar.

 

Berangkat dari premis-premis di atas, dapat dipahami bahwa dakwah harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sasaran. Dalam konteks ini, KH. MA. Sahal Mahfudh atau yang akran disapa Mbah Sahal memberikan perhatian lebih dalam materi dakwah juga perlu dipilah, antara ritual keagamaan dan semangat pemberdayaan. Pemilahan materi dakwah penting untuk diperhatikan. Apabila dakwah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kelompok, maka dibutuhkan pendekatan yang partisipatif, bukan pendekatan teknokratis. Artinya, disamping memotivasi, masyarakat juga diajak untuk bergerak melaksanakan materi dakwah pemberdayaan yang sudah disampaikan.

 

Dengan pendekatan itu, kebutuhan masyarakat sasaran dakwah yang akan diberdayakan oleh para motivator dakwah (kader) akan berjalan beriringan antara materi dan praktek. Pendekatan seperti ini memerlukan monitoring yang up to date sebagaimana yang kini dikembangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang populer disebut “riset aksi”.

 

Dengan demikian, dakwah yang tidak dilakukan dengan perencanaan global yang turunan dari atas (top down), yang kadang-kadang sampai di bawah tidak menyelesaikan masalah. Perencanaan model top down sering mengabaikan pemetaan masalah, potensi, dan hambatan spesifik berdasarkan wilayah atau kelompok, jenis kelamin, dan sebagainya.

 

Tipe masalah satu kelompok masyarakat lain di tempat yang berbeda. Dakwah inilah yang sekarang Sahal Mahfudh sebut dengan dakwah bil hal atau dakwah pembangunan, atau dakwah bil hikmah menurut istilah di Al-Qur’an. Seperti yang tercantum dalam surat al-Nahl ayat 25, “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan jalan yang baik”.

 

Orang menyebut dakwah bil hal, barangkali merupakan koreksi dakwah selama ini yang banyak terfokus pada dakwah mimbar yang monoton dari sisi penerimaan pembicaranya, sementara dana dan daya habis untuk kegiatan semacam itu tanpa ada arti perubahan berarti.

 

Namun kalau melalui dakwah bil hal atau dakwah bil hikmah, apakah dakwah bil lisan atau mau’izhah hasanah ditinggalkan? Sama sekali tidak. Sebab harus tetap ada dakwah model mau’izhah hasanah. Karena dakwah yang dicontohkan Mbah Sahal seperti dakwah di atas mimbar tetap penting dalam konteks-konteks tertentu. Juga tidak ditinggalkan metode dakwah yang lainnya, misalnya mujahadah, seperti forum dialog, seminar, simposium, atau diskusi-diskusi.

 

Metode Penunjang

 

Melihat sasaran dakwah yang begitu luas, sementara perkembangan teknologi begitu pesatnya, maka dalam menjalankan dakwah juga perlu menggunakan media yang sesuai dengan selara sasaran dakwah. Jika diklasifikasikan bisa ditinjau dari umur, status sosial, tingkat pendidikan, dan kebutuhan kelompok sasaran itu sendiri. Karena dakwah yang berorientasi pada sasaran itu tidak pada ‘ruangan’ yang hampa. Ruangan sudah terisi budaya, sistem nilai, teknologi dan perundang-undangan yang sudah mengakar.

 

Pembangunan masyarakat adalah proses dari serangkaian kegiatan yang mengarah pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya ada kesamaan antara keduanya. Ia sama-sama ingin mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat atau sekelompok sasaran. Dan ia sama-sama meningkatkan kesadaran dari perilaku dari perilaku tidak baik untuk berperilaku yang baik.

 

Pada akhirnya, dakwah yang tidak memenuhi selera sasaran dan tujuan, meskipun berjalan, tetapi ibarat berjalan di tempat, atau dengan kata lain, maju tidak, mundur bisa jadi. Hal ini karena orientasi pembangunan negara untuk kepentingan masyarakat, harus lebih diutamakan, bukannya pengembangan sumber daya manusia yang tinggi maupun penguasaan teknis hanya untuk memenuhi kebutuhan modernisasi.

 

Dengan kata lain, bukan modernitas yang lebih dikejar melainkan terpenuhinya rasa keadilan dalam kehidupan bermasyarakat yang harus diutamakan. Kehidupan modern yang penuh kenikmatan bagi sekelompok orang bukanlah sesuatu yang dituju Islam, melainkan kesejahteraan bagi seluruh penduduk. Prinsip ini sangat menentukan bagi keberlangsungan hidup sebuah negara (Abdurrahman Wahid, 2006: 96).

 

Hemat penulis, metode dan materi dakwah haruslah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan objek itu sendiri. Dakwah bukan lagi cara orang untuk meyakinkan orang lain untuk percaya kepada Tuhan yang Haqq, tetapi untuk menggerakkan masyarakat akan menjadi hamba Allah dan warga negara yang terampil, kreatif mandiri dan mempunyai orientasi hidup yang progresif. [NU Online/FM]

 

Muhammad Zidni Nafi’, alumni Ma’had Qudsiyyah Kudus, mahasiswa jurusan Tasawuf Psikoterapi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kontributor NU Online Bandung.

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

Laporan Keuangan versi Generik

Laporan Keuangan - Versi Final Informasi Umum Nama Perusahaan / Usaha Bidang Usaha Alamat Kota / Kabupaten Provinsi Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) ...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

Sistem Informasi Akuntansi BUMDes

Laporan Keuangan BUMDES - Versi Final Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDes Unit Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Pemasukan 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanja Operasional (Beban Periodik) No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Operasional 0 + Tambah Baris - Hapus Baris Belanj...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Page

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas - Multi Unit Unit Usaha: + Tambah Unit Ganti Nama Hapus Unit Unit Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 ⚠️ NERACA TIDAK SEIMBANG! Selisih: Rp 0 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan Bidang Usaha Periode Laporan -- Bulan Awal -- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustu...

MENGAJARKAN PAMER DAN VIRAL ?

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq   Syaikh Hasan as Sadziliy rahimahullah, seorang ulama pendiri thariqah Asy Syadiliyah yang hidup di abad ketujuh Hijriyah berkata : أعلنوا بطاعتكم إظهاراً لعبوديتكم كما يتظاهر غيرُكم بالمعاصي، وعليكم بالإعلام للناس بما منحكم الله تعالى من العلوم والمعارف. "Umumkan ketaatanmu agar orang-orang tahu akan ibadahmu, sebagaimana orang lain pede mempertunjukkan kemaksiatannya.  Viralkan kepada banyak orang akan ilmu dan pengetahuan yang telah Allah ta'ala anugerahkan kepadamu." [1] Penjelasan : Nasehat beliau dan juga ulama manapun harus disikapi dengan dua cara : Pertama adalah dengan didudukkan sesuai konteksnya. Perkataan sebaik apapun bila tidak dipahami dengan baik akan menjadi rusak.  Jangan sampai ketika kita membahas bab memaafkan, yang dibawa dalil-dalil tentang hukum dan keadilan. Dan saat kita bicara hukum dan keadilan, kita seret ke dalil tentang bab memaafkan. Akhirnya rancu. Dan yang kedua, perkataan siapapun harus diselara...

Keuangan Report - Ultimate (Auto Enter + PDF Bersih + Aset Tetap) Versi - 02

Aplikasi Keuangan - Multi Unit (2026-2056) FULL ⏳ Memproses... Pilih Unit: ➕ Tambah Unit 🗑️ Hapus Unit Informasi Umum Nama Perusahaan / Organisasi Alamat Bidang Usaha Periode Bulan Tahun Modal Awal No Tanggal Uraian Jumlah Keterangan Total Modal Awal 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Pemasukan No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Keseluruhan: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Operasional No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Operasional: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Tetap No Tanggal Uraian Harga Satuan Volume Satuan Jumlah Total Total Belanja Tetap: 0 Tambah Baris Hapus Baris Terakhir Tabel Belanja Produksi (...

Laporan Keuangan FIFO + Arus Kas

Laporan Keuangan - FIFO HPP + Arus Kas (Responsive) Laporan Keuangan Nama Entitas / Lembaga Periode: - | Saldo Kas Awal: Rp 0 📋 Informasi Umum Nama Entitas Alamat Kota/Kabupaten Provinsi Nama Pimpinan / Direktur Bidang Usaha / Unit Periode Laporan Pilih Bulan Awal Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember s/d Pilih Bulan Akhir ...